sun
moon
a l i n e a dot id
fakta data kata
logo alinea.id

Sri Mulyani pamer efektivitas anggaran

Sri Mulyani mengatakan penggunaan anggaran yang tepat waktu, tepat sasaran, dan tepat kualitas harus dijaga tetap efektif.

Nanda Aria Putra
Nanda Aria Putra Rabu, 25 Nov 2020 14:07 WIB
Sri Mulyani pamer efektivitas anggaran
Informasi mutakhir perkembangan Covid-19 di Indonesia bisa dilihat di sini
Terinfeksi 939.948
Dirawat 149.388
Meninggal 26.857
Sembuh 763.703

Menteri Keuangan Sri Mulyani menyebut bahwa penyerapan anggaran berangsur membaik. Hal itu terlihat dari konsumsi pemerintah di kuartal III-2020 yang positif di level 9,8%, setelah di kuartal sebelumnya tumbuh negatif 6,9%.

"Akselerasi belanja APBN (Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara ) tersebut mampu mendorong pembangkitan ekonomi yang terpukul berat akibat Covid-19 pada kuartal II-2020. Momentum perbaikan ini perlu terus dijaga agar menjadi basis pemulihan ekonomi pada 2021," kata Sri Mulyani, Jakarta, Rabu (25/11).

Menurutnya, peran APBN sangat penting sebagai counter cyclical dalam kebijakan fiskal nasional di tengah situasi yang menantang akibat Covid-19. Untuk itu, lanjutnya, penggunaan anggaran yang tepat waktu, tepat sasaran, dan tepat kualitas harus dijaga seefektif mungkin agar peran APBN dapat menjadi pengungkit ekonomi yang terpuruk selama pandemi.

Dengan demikian, peran kementerian dan lembaga (K/L) sebagai pengguna anggaran sangat menentukan untuk melihat efektivitas penyerapan anggaran dalam mendorong pemulihan ekonomi.

"Efektivitas APBN dalam mengurangi dampak pandemi tergantung pelaksanaannya yang tepat waktu, tepat sasaran, dan tepat kualitas. Untuk itu koordinasi dan kolaborasi antar KL serta dengan Pemda sangat penting dan menentukan," katanya.

Pemerintah optimistis proyeksi ekonomi pada 2021 yang sebesar 5% dapat dicapai, melihat adanya tanda-tanda pembalikan ekonomi akibat Covid-19. Namun, menurutnya risiko ketidakpastian masih tinggi dan harus terus diwaspadai

"Meskipun proyeksi perekonomian membaik, kita harus terus waspada karena risiko ketidakpastian masih tinggi. Keberhasilan dalam mengendalikan pandemi akan menjadi faktor penting dalam menentukan akselerasi pemulihan ekonomi di 2021," ucapnya.

Sementara pada 2021, pemerintah menganggarkan dana sebesar Rp2.750 triliun bagi K/L dan Pemda dalam bentuk transfer ke daerah dan dana desa (TKDD). Fokus utamanya adalah untuk mendukung program pemulihan ekonomi nasional, sekaligus memperkuat fondasi struktur ekonomi agar semakin kompetitif, produktif, dan inovatif. 

Sponsored

Selain itu juga untuk meningkatkan kualitas hasil dan kontrol Pemda, dan mendorong Pemda di dalam pemulihan ekonomi, sembari meningkatkan kualitas pendidikan dan kesehatan.

 

Berita Lainnya
×
img