sun
moon
a l i n e a dot id
fakta data kata
logo alinea.id

Cegah korupsi, Sri Mulyani tekankan pentingnya menjaga sumpah jabatan

Sri Mulyani telah melakukan rotasi terhadap jajaran eselon I di lingkungan Kementerian Keuangan.

Nanda Aria Putra
Nanda Aria Putra Jumat, 12 Mar 2021 15:40 WIB
Cegah korupsi, Sri Mulyani tekankan pentingnya menjaga sumpah jabatan

Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati mengingatkan jajarannya akan pentingnya menjaga sumpah jabatan. Apalagi sebelum dilantik, para pejabat tersebut telah disumpah untuk menjalankan tugas sebaik-baiknya secara profesional dan berintegritas.

Dengan menjalankan sumpah tersebut dan terus mengingatnya dalam melaksanakan tugas akan menghindarkan orang dari perilaku koruptif dan hal-hal yang mencederai integritas seseorang.

"Sumpah jabatan adalah sesuatu yang penting. Anda bersumpah menjalankan tugas dan tanggung jawab selurus-lurusnya, menjaga etika jabatan dan menjaga integritas," katanya dalam sambutan rotasi jajaran eselon I Kemenkeu, Jumat (12/3).

Dia pun mengatakan, saat ini adalah saat yang tepat bagi seluruh pejabat eselon I di lingkungan Kemenkeu untuk meresapi makna sumpah jabatan tersebut, agar terhindar dari pelanggaran-pelanggaran yang merugikan diri dan negara.  

"Ini adalah momen penting untuk meresapi tanggung jawab yang kita emban," ujarnya.

Sebagai informasi, Sri Mulyani telah melakukan rotasi terhadap jajaran eselon I di lingkungan Kementerian Keuangan. Perombakan itu didasarkan pada Keputusan Presiden No. 21/TPA/2021 tanggal 2 Februari dan No. 36/TPA/2021 tanggal 9 Maret.

Pejabat eselon I yang masuk dalam rotasi tersebut adalah Hadiyanto dari Sekretaris Jenderal menjadi Direktur Jenderal Perbendaharaan dan Heru Pambudi dari Direktur Jenderal Bea dan Cukai menjadi Sekretaris Jenderal.

Isa Rachmatarwata dari Direktur Jenderal Kekayaan Negara beralih menjadi Direktur Jenderal Anggaran dan Askolani dari Direktur Jenderal Anggaran menjadi Direktur Jenderal Bea dan Cukai.

Sponsored

Lalu, Rionald Silaban yang sebelumnya adalah Kepala Badan Pendidikan dan Pelatihan Keuangan (BPPK) menjadi Direktur Jenderal Kekayaan Negara untuk menggantikan Isa Rachmatarwata.

Kemudian Andin Hadiyanto yang sebelumnya merupakan Direktur Jenderal Perbendaharaan beralih menjadi Kepala Badan Pendidikan dan Pelatihan Keuangan (BPPK).

Berita Lainnya