sun
moon
a l i n e a dot id
fakta data kata
logo alinea.id

216 WNI di India tersangkut kasus hukum

Mereka menghadapi beberapa tuduhan pelanggaran.

Valerie Dante
Valerie Dante Rabu, 22 Apr 2020 20:18 WIB
216 WNI di India tersangkut kasus hukum
Informasi mutakhir perkembangan Covid-19 di Indonesia bisa dilihat di sini
Terinfeksi 72347
Dirawat 35349
Meninggal 3469
Sembuh 33529

Direktur Perlindungan WNI dan Badan Hukum Indonesia Kementerian Luar Negeri RI Judha Nugraha menyatakan bahwa terdapat 717 WNI anggota Tablighi Jamaat yang saat ini berada di India. Mereka mengikuti tablig akbar di negara tersebut pada pertengahan Maret.

Tablig akbar yang digelar di Nizamuddin, New Delhi, itu telah dikaitkan dengan ribuan kasus infeksi Covid-19 di India.

Judha menjelaskan bahwa dari 717 WNI tersebut, 216 di antaranya terjerat kasus hukum dan mendapatkan First Information Report (FIR), yang merupakan laporan kepada pengadilan.

"Mereka menghadapi beberapa tuduhan pelanggaran antara lain Indian Penal Code karena kelalaian menyebabkan penyebaran penyakit, Epidemic Disease Act karena tidak mematuhi aturan terkait karantina wilayah, Foreigner Act terkait pelanggaran ketentuan visa, dan Disaster Management Act karena dianggap menolak mengikuti ketentuan pemerintah soal penanganan bencana," jelas Judha dalam pengarahan media secara virtual pada Rabu (22/4).

Judha menjelaskan, KBRI New Delhi dan KJRI Mumbai telah mengajukan akses konsuler kepada pemerintah India untuk memberikan pendampingan hukum serta menjamin terpenuhinya hak-hak WNI dalam sistem peradilan setempat.

Lebih lanjut, Judha menjelaskan bahwa dari 717 WNI peserta tablig akbar, 75 di antaranya positif coronavirus jenis baru, termasuk 26 yang dinyatakan sembuh dan 49 lainnya dalam kondisi stabil.

"Sebagian besar dari WNI peserta tablig akbar yang berada di India saat ini menetap di lokasi-lokasi karantina yang ditetapkan pemerintah India," kata dia.

Dia menambahkan, pemerintah India menjamin logistik makanan bagi para WNI yang dikarantina. Meski begitu, KBRI New Delhi dan KJRI Mumbai tetap memberikan bantuan logistik nonmakanan seperti masker dan hand sanitizer.

Sponsored
Berita Lainnya