logo alinea.id logo alinea.id

3 Fokus kontribusi Indonesia untuk perdamaian di Afghanistan

Afghanistan mengapresiasi dukungan Indonesia, menyatakan RI merupakan negara mayoritas muslim pertama yang mendukung penuh mereka.

Valerie Dante
| Valerie Dante Jumat, 15 Mar 2019 11:38 WIB
3 Fokus kontribusi Indonesia untuk perdamaian di Afghanistan

Dalam pertemuan bilateral dengan Menteri Luar Negeri Afghanistan Salahuddin Rabbani, Menteri Luar Negeri RI Retno Marsudi memaparkan tiga hal yang dapat Indonesia lakukan sebagai upaya kontribusi dalam proses perdamaian Afghanistan.

Pertama, Indonesia dapat berkontribusi dalam bidang pembangunan kepercayaan atau trust building.

"Trust building merupakan elemen yang sangat penting dalam proses perdamaian. Oleh karena itu, pada 2018, Indonesia menjadi tuan rumah dari Trilateral Ulama Meeting. Indonesia siap memberikan fasilitasi terhadap hal-hal atau kegiatan yang terkait dengan trust building," tutur Retno dalam konferensi pers bersama dengan Menlu Rabbani di Kementerian Luar Negeri RI, Jakarta, Jumat (15/3).

Sementara itu, Menlu Rabbani menyatakan pertemuan trilateral yang bertempat di Bogor itu ditindaklanjuti dengan konferensi ulama di Jeddah, Arab Saudi, yang diselenggarakan oleh Organisasi Kerja Sama Islam (OKI).

"Pertemuan para ulama pada Juli 2018 itu sangat penting sebagai proses pendukung perdamaian di Afghanistan. Mereka mengeluarkan deklarasi akhir yang mendukung proses perdamaian Afghanistan, menyerukan Taliban untuk mengakhiri kekerasan terhadap rakyat, serta meminta agar mereka menerima tawaran perdamaian yang diberikan oleh pemerintah Afghanistan," kata dia.

Bidang kedua merupakan peace & state building, di mana Indonesia menyampaikan kesiapan untuk menawarkan sejumlah program pengembangan kapasitas dan beasiswa kepada warga Afghanistan.

Dalam pertemuan kali ini, kedua menlu membahas mengenai 100 beasiswa yang Indonesia tawarkan untuk mahasiswa yang hendak belajar di bidang minyak, gas, dan pertambangan.

Selain itu, ada pula pelatihan untuk para diplomat Afghanistan, serta Indonesia siap menggelar diskusi untuk berbagi pengalaman mengenai penyelenggaraan pemilu. Afghanistan akan menggelar pemilu pada Juli 2019.

Sponsored

"Persoalan pemberdayaan perempuan juga kita anggap penting, oleh karena itu, salah satu program pengembangan kapasitas yang Indonesia tawarkan mencakup isu women empowerment," lanjut Menlu Retno.

Hal ketiga di mana Indonesia dapat berkontribusi adalah melalui forum internasional, termasuk PBB.

"Tadi pagi, saya berkomunikasi dengan perwakilan Kemlu RI di New York, Amerika Serikat, dan saat ini Indonesia bersama Jerman tengah merumuskan resolusi DK PBB mengenai perpanjangan mandat UN Assistance Mission in Afghanistan (UNAMA)," jelasnya.

Ketiga hal itu, menurut Retno, menegaskan komitmen dan dukungan penuh Indonesia bagi perdamaian di Afghanistan.

Dalam kesempatan yang sama, Indonesia juga meminta dukungan dari Afghanistan bagi pencalonan Indonesia untuk Dewan HAM PBB periode 2020-22 yang pemilihannya akan berlangsung pada Oktober 2019.

Sementara itu, Menlu Rabbani menyatakan kedua menlu melakukan diskusi yang produktif dan berhasil mencapai kesepakatan pada sejumlah masalah penting, termasuk komitmen Indonesia untuk menjadi tuan rumah dialog damai intra-Afghanistan.

"Kami menyambut minat Indonesia yang menawarkan diri untuk menjadi tuan rumah pembicaraan langsung antara pemerintah Afghanistan dan perwakilan Taliban," kata dia.

Menlu Rabbani mengapresiasi dukungan Indonesia, menyatakan bahwa di antara seluruh negara dengan mayoritas penduduk muslim, Indonesia merupakan negara pertama yang menawarkan dukungan penuh bagi proses perdamaian Afghanistan.

Sejak 2014, lanjut Menlu Afghanistan, hubungan bilateral antara Kabul dan Jakarta terus tumbuh di berbagai bidang. Dalam kunjungannya ke Indonesia pada 2017, Presiden Afghanistan Ashraf Ghani menandatangani lima perjanjian bilateral di bidang pendidikan, pertanian, keuangan, statistik, dan reformasi administrasi dalam layanan sipil.

"Dalam lawatan ke Kabul pada Januari 2018, Presiden RI Joko Widodo juga menekankan akan memperluas kerja sama bilateral kedua negara. Semua ini menunjukkan komitmen yang teguh dari rakyat dan pemerintah Indonesia untuk membantu berakhirnya perang dan tercapainya perdamaian abadi di Afghanistan," lanjutnya.