sun
moon
a l i n e a dot id
fakta data kata
logo alinea.id

AS-Korsel raih kesepakatan soal biaya penempatan tentara

Sebelumnya, mantan Presiden Trump menuntut Seoul membayar hingga 400% lebih banyak sebagai biaya penempatan tentara AS di Korsel.

Valerie Dante
Valerie Dante Selasa, 09 Mar 2021 10:12 WIB
AS-Korsel raih kesepakatan soal biaya penempatan tentara

Amerika Serikat dan Korea Selatan telah menyetujui perjanjian pembagian biaya untuk pasukan AS yang berbasis di Negeri Ginseng. Hal tersebut disampaikan oleh juru bicara Kementerian Luar Negeri AS pada Minggu (7/3).

Negosiasi atas Perjanjian Tindakan Khusus (SMA) dinilai telah berdampak buruk bagi aliansi AS-Korea Selatan selama pemerintahan mantan Presiden Donald Trump.

Pada saat itu, Trump menuntut Seoul untuk membayar hingga 400% lebih banyak sebagai biaya bagi penempatan 28.500 tentara di Korea Selatan. 

Berita tentang perjanjian tersebut datang saat Menteri Luar Negeri Antony Blinken bersiap untuk melakukan perjalanan internasional pertamanya sebagai diplomat tertinggi AS ke Korea Selatan dan Jepang pekan depan.

The Wall Street Journal pertama kali melaporkan kesepakatan SMA telah dicapai antara kedua negara.

"Kami senang bahwa negosiator AS dan Korea Selatan telah mencapai konsensus pada teks yang diusulkan dari SMA yang akan memperkuat aliansi kami dan pertahanan bersama kami," kata juru bicara Kemlu AS.

Kemlu AS menyatakan, mencapai kesepakatan pembagian biaya merupakan salah satu upaya pemerintahan Joe Biden untuk memperbaiki aliansi dengan Korea Selatan. 

Pembicaraan pembagian biaya antara Seoul dengan Washington dimulai bulan lalu bersamaan dengan tinjauan Gedung Putih atas kebijakan AS terhadap Korea Utara.

Sponsored

Tinjauan kebijakan sudah berlangsung ketika PBB pada Februari merilis yang menyatakan, Pyongyang terus mengembangkan bahan dan teknologi nuklir dan diperkirakan akan memakan waktu berbulan-bulan untuk menyelesaikannya.

Presiden Korea Selatan Moon Jae-in akan menghadapi pemilu akhir tahun ini dan sangat ingin menyampaikan pencapaian diplomatik dengan Korea Utara dalam jangka pendek.

Pada hari terakhir masa jabatannya, mantan Presiden Barack Obama mengatakan kepada Presiden Trump, bahwa dia yakin Korea Utara adalah ancaman terbesar bagi AS.

Trump kemudian menjadikannya sebagai prioritas, meminta menteri pertahanannya untuk melakukan perjalanan internasional pertamanya ke Korea Selatan dan Jepang kurang dari sebulan setelah menjabat pada saat itu. 

Sumber : CNN

Berita Lainnya