sun
moon
a l i n e a dot id
fakta data kata
logo alinea.id

AS pangkas jumlah pekerja di media China

Pemangkasan tersebut efektif per 13 Maret dan berlaku termasuk terhadap kantor berita Xinhua.

Khairisa Ferida
Khairisa Ferida Selasa, 03 Mar 2020 14:38 WIB
AS pangkas jumlah pekerja di media China
Informasi mutakhir perkembangan Covid-19 di Indonesia bisa dilihat di sini
Terinfeksi 240687
Dirawat 56889
Meninggal 9448
Sembuh 174350

Amerika Serikat pada Senin (2/3) mengatakan telah memangkas jumlah warga negara China yang diizinkan untuk bekerja di kantor-kantor berita China di Negeri Paman Sam. 

Pemangkasan tersebut akan efektif per 13 Maret dan berlaku terhadap kantor berita Xinhua, China Global Television Network, China Radio International, dan China Daily Distribution. Jumlah pekerja di kantor-kantor berita tersebut akan dipangkas menjadi 100 dari 160 yang ada saat ini.

Duta Besar China untuk PBB menyebut bahwa langkah AS tidak patut.

"Kami (China dan AS) memiliki beberapa perbedaan, tetapi kami tidak berpikir pantas bagi AS untuk mengambil langkah-langkah yang mengganggu pekerjaan para jurnalis yang datang dari China," ujar Duta Besar Zhang Jun.

Bulan lalu China mencabut visa tiga wartawan Wall Street Journal (WSJ) di Beijing setelah surat kabar itu menolak meminta maaf atas artikel mereka bertajuk "China is the real sick man of Asia". Wartawan lain di surat kabar itu juga harus hengkang tahun lalu setelah China menolak memperbarui visanya. 

"Selama bertahun-tahun, pemerintah China telah memberlakukan pengawasan, pelecehan, dan intimidasi yang semakin keras terhadap jurnalis asing AS dan lainnya yang beroperasi di China," sebut Menteri Luar Negeri AS Mike Pompeo.

Pompeo menambahkan, "Kami berharap bahwa langkah ini akan memacu Beijing mengadopsi pendekatan yang lebih adil dan resiprokal terhadap media AS dan media asing lainnya di China."

Menlu AS itu menekankan bahwa pihaknya siap mengambil tindakan lebih lanjut jika Beijing melancarkan pembalasan.

Sponsored

Para pejabat senior Kemlu AS membantah bahwa keputusan ini berkaitan langsung dengan kasus pengusiran wartawan WSJ atau konten yang diproduksi kantor-kantor berita China yang ditargetkan.

"Selama bertahun-tahun kami telah meminta China agar mereka meningkatkan perlakuan terhadap para jurnalis di wilayah mereka. Jadi, (langkah) ini tidak terkait dengan satu insiden tertentu," ungkap seorang pejabat AS, yang kemudian menambahkan bahwa pengusiran wartawan WSJ adalah preseden yang cukup mengerikan.

Sebelumnya, AS mengumumkan akan mulai memperlakukan lima entitas media besar yang dikelola pemerintah China sama dengan operasi yang mereka terapkan pada kedutaan asing. Kelimanya diharuskan mengungkap daftar pekerja mereka, termasuk terkait perekrutan dan pemecatan, serta properti mereka, baik yang dimiliki atau disewa, ke kementerian luar negeri.

Kelima entitas media yang dimaksud adalah kantor berita Xinhua, China Global Television Network, China Radio International, China Daily Distribution Corp, dan Hai Tian Development USA Inc.

Sumber : Reuters

Berita Lainnya