logo alinea.id logo alinea.id

Bantu pembangunan infrastruktur RI, Pemkot London alokasikan US$3,7 miliar

Pemkot London siap membantu pembangunan infrastruktur melalui dua area yakni keuangan hijau dan keuangan syariah.

Valerie Dante
Valerie Dante Rabu, 10 Jul 2019 17:52 WIB
Bantu pembangunan infrastruktur RI, Pemkot London alokasikan US$3,7 miliar

Wali Kota untuk Pusat Finansial Kota London Peter Estlin menyatakan bahwa Pemerintah Kota London akan mengalokasikan US$3,7 miliar untuk menunjang pembangunan infrastruktur di Indonesia.

Mewakili badan finansial pemkot, Korporasi Kota London, Estlin menuturkan bahwa kota itu siap membantu pembangunan infrastruktur melalui dua area, yakni keuangan hijau (green financing) dan keuangan syariah.

"Inggris memiliki banyak keahlian di dua area itu, kami dengan senang hati akan berbagi pengalaman dan pengetahuan dengan Indonesia," jelasnya.

Dia menyampaikan, untuk mendapatkan pendanaan yang disediakan Korporasi Kota London, proyek-proyek infrastruktur di Indonesia harus melibatkan perusahaan Inggris.

"Salah satu syarat pendanaannya adalah 20% aktivitas proyeknya harus melibatkan bisnis Inggris, sisanya bisa dikerjakan pihak atau perusahaan dalam negeri," jelas Estlin.

Hal itu, lanjutnya, dilakukan guna mendorong kemitraan bisnis antara perusahaan-perusahaan Indonesia dan Inggris.

"Keterlibatan perusahaan Inggris itu bisa dengan misalnya menggunakan perusahaan konstruksi asal Inggris atau menggunakan jasa profesional dari Inggris untuk menangani proyek," kata Estlin. "Tidak harus perusahaan konstruksi, bisa disesuaikan dengan kebutuhan proyek."

Pembiayaan untuk proyek-proyek infrastruktur itu merupakan tindak lanjut dari sejumlah diskusi Inggris-Indonesia yang berlangsung sebelumnya.

Sponsored

Selain membantu dalam hal pendanaan, Korporasi Kota London juga berharap dapat membuka akses Indonesia ke pasar global. Pasalnya, jelas Estlin, Inggris menguasai 50% dari pasar keuangan hijau global dan 12% dari pasar keuangan syariah.

"Tidak semua pembiayaan akan disediakan Korporasi Kota London, beberapa di antaranya tentu dapat diperoleh dari dalam negeri baik dari pemerintah maupun swasta. Tapi langkah kami berupaya membantu Indonesia mengakses pasar baru," tuturnya.

Untuk melakukannya, Estlin mengatakan Korporasi Kota London akan bermitra dengan sejumlah kementerian, Otoritas Jasa Keuangan (OJK), Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM), Bank Indonesia, Asosiasi Keungan Islam dan sejumlah perusahaan Indonesia.

Estlin menyatakan London ingin membantu mengembangkan kapasitas Indonesia di dua area tersebut untuk menunjang pembangunan nasional.

"Mulai hari ini hingga besok saya akan bertemu dengan beberapa pemangku kepentingan untuk melihat ke mana arah kolaborasi kita dan bagaimana Korporasi Kota London dapat membantu Indonesia," tuturnya.

Untuk mewujudkan kerja sama ini, Estlin mengatakan Indonesia perlu memiliki rencana yang jelas dan dapat dieksekusi bersama. 

"Akan jauh lebih mudah jika kementerian, lembaga, dan seluruh pihak terkait bekerja bersama untuk membuat dan mengeksekusi satu rencana bersama dan tidak terfragmentasi," kata dia.

Lebih lanjut lagi, melalui kunjungannya ini Estlin berharap Indonesia-Inggris dapat meningkatkan hubungan di bidang teknologi finansial, pembiayaan infrastruktur, koneksi pasar modal, keuangan hijau dan keuangan syariah.