sun
moon
logo alinea.id logo alinea.id

Bill Weld, Republikan pertama yang jadi penantang Trump di Pilpres 2020

Bill Weld merupakan mantan Gubernur Massachusetts selama dua periode pada awal 1990-an.

Valerie Dante
Valerie Dante Rabu, 17 Apr 2019 12:00 WIB
Bill Weld, Republikan pertama yang jadi penantang Trump di Pilpres 2020

Pada Senin (15/4), mantan Gubernur Massachusetts Bill Weld mengumumkan bahwa dia secara resmi memasuki konvensi Partai Republik untuk memperebutkan nominasi capres dalam Pilpres 2020.

Itu menjadikannya kandidat capres pertama dari Partai Republik yang menantang Donald Trump dalam pilpres tahun depan.

"Bangsa kita dibangun di atas keberanian, ketahanan, dan kemerdekaan. Di masa-masa penuh perselisihan politik ini, ketika kedua partai besar sibuk bertempur untuk menang, suara-suara rakyat justru diabaikan dan bangsa kita menderita," ujar Weld dalam sebuah pernyataan.

Dia menyerukan jiwa patriotisme rakyat Amerika Serikat untuk bangkit.

"Sudah waktunya kita kembali ke prinsip-prinsip yang dijunjung oleh Lincoln yakni kesetaraan, martabat, dan menyediakan kesempatan yang sama ... Saya siap memimpin pertarungan itu," tambahnya.

Pada 2016, Weld merupakan salah satu nominasi calon wakil presiden dari Partai Libertarian bersama mantan Gubernur New Mexico Gary Johnson. 

Weld menjabat sebagai gubernur Massachusetts selama dua periode pada awal 1990-an.

Pria berumur 73 tahun itu kemudian mencalonkan diri sebagai anggota senat asal Massachusetts pada 1996 namun kalah melawan John Kerry. Setelah itu, dia pindah ke New York dan pada 2005 gagal mendapatkan nominasi dari Partai Republik untuk posisi gubernur.

Sponsored

Dalam sebuah wawancara, Weld mengungkapkan bahwa dia khawatir akan ada tragedi politik jika Trump kembali memimpin AS dalam masa jabatan kedua.

"Menurut saya jika kita mendapat empat tahun lagi dengan Trump ... Akan ada tragedi politik, dan saya mengkhawatirkan kondisi Partai Republik," katanya. "Saya akan malu pada diri saya sendiri jika diam saja dan tidak ikut serta dalam perlombaan Pilpres AS."

Weld mengatakan dia tidak berencana untuk mencalonkan diri sebagai capres independen jika tidak memenangkan nominasi Partai Republik.

Trump akan menjadi lawan berat bagi Weld, pasalnya pada pilpres lalu, tingkat persetujuan Presiden AS itu hampir 90% dari Partai Republik.

Ketika ditanya tentang tingkat persetujuan Trump yang tinggi dan apakah Weld yakin dapat mengalahkannya di konvensi Partai Republik, Weld berkata, "Ya, saya yakin bisa."

Weld menggambarkan dirinya sebagai Republikan yang bekerja keras untuk menyelesaikan masalah. Dia bahkan berjanji akan membentuk kabinet bipartisan jika dia memenangkan kursi kepresidenan nanti.

Dia mengungkapkan dirinya sebagai seorang yang berpandangan konservatif atas ekonomi dan berpendapat bahwa AS layak untuk memiliki beberapa pembatasan fiskal serta pemotongan pengeluaran.

Weld mengkritik Trump dengan menyatakan bahwa Presiden AS itu tidak menghormati hukum yang berlaku.

"Saya menghabiskan tujuh tahun di Kementerian Kehakiman, menjaga agar politik tidak mencemari penegakan hukum. Namun, Trump justru  mencoba untuk melakukan sebaliknya," tutur Weld. "Trump sulit menyesuaikan perilakunya dengan persyaratan hukum yang ada. Itu adalah ... masalah serius di Oval Office."

Weld juga mengecam sikap Trump terhadap perubahan iklim dan caranya menghadapi media.

Meski Weld melihat kesalahan tidak hanya datang dari sang presiden, menurutnya, Trump merupakan sumber utama masalah yang ada di AS.

"Saya belum pernah melihat kepahitan seperti itu di negara ini," ucapnya.

Sumber : CNN