logo alinea.id logo alinea.id

Boris Johnson atau Jeremy Hunt, siapa PM Inggris berikutnya?

Pada 9 Juli, Johnson dan Hunt akan mengambil bagian dalam debat final yang disiarkan stasiun televisi, ITV.

Valerie Dante
Valerie Dante Jumat, 21 Jun 2019 10:40 WIB
Boris Johnson atau Jeremy Hunt, siapa PM Inggris berikutnya?

Boris Johnson dan Jeremy Hunt menjadi dua kandidat final dalam pertarungan untuk meraih jabatan pemimpin Partai Konservatif dan perdana menteri baru Inggris.

Johnson mengatakan dia merasa terhormat telah meraih 160 suara dari total 313 anggota perlemen Partai Konservatif dalam pemungutan suara putaran kelima pada Kamis (20/6) malam waktu setempat.

Sedangkan, Hunt, yang kini menjabat sebagai Menteri Luar Negeri Inggris, meraih 77 suara. Perolehan Hunt hanya selisih dua suara lebih banyak dari kandidat lainnya, Menteri Lingkungan Hidup Inggris Michael Gove. Akibatnya, Gove pun tersingkir dari perlombaan tersebut.

Sementara itu, pemungutan suara putaran keempat pada Kamis siang hari waktu setempat menyingkirkan Menteri Dalam Negeri Sajid Javid dari perlombaan.

Johnson dan Hunt akan menghadapi pemungutan suara final yang melibatkan seluruh anggota Partai Konservatif di Inggris yang setidaknya berjumlah sebanyak 160.000 orang.

Pada 9 Juli, Johnson dan Hunt akan mengambil bagian dalam debat final yang disiarkan stasiun televisi, ITV.

Kedua kandidat dijadwalkan untuk bertemu dengan sejumlah anggota Partai Konservatif di seluruh negeri sebelum suara dihitung dan hasil akhir diumumkan pada 22 Juli.

Menyusul hasil pemungutan suara putaran kelima, Johnson mentwit bahwa dia sangat tersanjung atas dukungan yang diperolehnya.

Sponsored

Sementara itu, Hunt mengakui Johnson kini memimpin perlombaan untuk menjadi pemimpin partai dan perdana menteri. Hunt menganggap dirinya sebagai "underdog" dalam perlombaan tersebut, namun dia yakin masih ada kemungkinan untuk mengungguli Johnson. Dia berjanji akan berjuang sekuat mungkin untuk melawan pesaingnya itu.

Hunt memuji Gove, menyebutnya sebagai salah satu politikus paling cemerlang di Partai Konservatif.

Gove memberi ucapan selamat kepada para pesaingnya dan menyatakan kekecewaannya karena tidak berhasil menjadi kandidat final. Namun, dia mengaku tetap bangga atas kampanye yang dia jalankan.

Manajer kampanyenya, Mel Stride, meyakini keputusan Gove untuk mengakui bahwa dia pernah menggunakan kokaina selama 1990-an telah merusak upayanya menjadi pemimpin Partai Konservatif dan PM Inggris.

"Hal itu memperlambat langkah dan merusak momentum kami," tutur Stride.

Hunt telah berada di kabinet sejak 2010. Sebelum menjadi menlu, dia menjabat sebagai menteri kesehatan.

Sementara itu, Johnson yang pernah menjabat sebagai menteri luar negeri, mundur dari kabinet pada 2018 akibat perselisihan terkait proposal Brexit milik Theresa May. 

Johnson merupakan salah satu politikus paling populer di Inggris dan sempat menjadi Wali Kota London dari 2008 hingga 2016.

Ketua Partai Konservatif Brandon Lewis mengucapkan selamat kepada dua pesaing terakhir.

"Kami sadar bahwa Partai Konservatif tidak hanya memilih pemimpin baru tetapi juga memilih perdana menteri berikutnya, dan kami mengambil tanggung jawab itu dengan sangat serius," tutur Lewis.

Sementara itu, koordinator kampanye nasional Partai Buruh, Andrew Gwynne, mengkritik dua kandidat yang dipilih anggota parlemen dari Partai Konservatif itu.

"Sejumlah anggota Partai Konservatif seharusnya tidak memilih perdana menteri berikutnya. Rakyat Inggris yang seharusnya menentukan pilihan itu melalui pemilu," tutur Gwynne.

Sumber : BBC