sun
moon
a l i n e a dot id
fakta data kata
logo alinea.id

Gempa di Filipina tewaskan 5 orang

Gempa magnitudo 6,4 mengguncang Filipina selatan pada Rabu (16/10) malam.

Valerie Dante
Valerie Dante Kamis, 17 Okt 2019 13:49 WIB
Gempa di Filipina tewaskan 5 orang
Informasi mutakhir perkembangan Covid-19 di Indonesia bisa dilihat di sini
Terinfeksi 534.266
Dirawat 66.752
Meninggal 16.825
Sembuh 445.793

Pada Kamis (17/10), pihak berwenang menyatakan bahwa setidaknya lima orang tewas dan puluhan lainnya terluka ketika gempa magnitudo 6,4 mengguncang Filipina selatan pada Rabu (16/10) malam.

Gempa melumpuhkan daya listrik dan jaringan komunikasi serta membuat retak sejumlah bangunan di pusat Mindanao.

Juru bicara Badan Bencana Nasional Filipina (NDRRMC) Mark Timbal menjelaskan, seorang anak dan ibu tewas serta 18 orang lainnya cedera akibat tanah longsor di Magasaysay di Provinsi Davao del Sur.

Seorang pejabat Magasaysay mengatakan bahwa seorang bocah perempuan berusia tujuh tahun dari Kota Datu Paglas di Maguindanao tewas tertimpa tembok yang runtuh.

Wali Kota Tulunan Reuel Limbungan menyebutkan seorang anak perempuan lainnya tewas saat tidur akibat tertimbun rumahnya yang runtuh.

Di Kota M'lang, seorang pria terkena serangan jantung dan dinyatakan meninggal dalam perjalanan ke rumah sakit.

Survei Geologi Amerika Serikat menyatakan, gempa mengguncang 69 kilometer utara hingga barat laut Kota General Santos City pada pukul 19.37. Pusat gempa berada sekitar 80 kilometer barat daya dari pusat Kota Davao.

Institut Vulkanologi dan Seismologi Filipina (Phivolcs) menjelaskan bahwa gempa tersebut juga mengguncang Cotabato sekitar pukul 19.30.

Sponsored

"Kami merasakan guncangan yang sangat kuat dan listrik padam. Saya melihat orang-orang bergegas ke luar. Kami panik, menuju ke pintu keluar," kata Naru Guarda Cabaddu, seorang konsultan hotel.

Kebakaran terjadi di sebuah mal di General Santos City tepat setelah gempa menghancurkan tiga lantai. Tidak ada korban jiwa akibat kebakaran tersebut.

Pejabat badan bencana Kidapawan City, Psalmer Bernalte, mengatakan bahwa sebuah komunitas yang tinggal di kaki gunung terpaksa harus mengungsi karena terjadi lebih dari 200 gempa susulan di wilayah itu.

Filipina merupakan salah satu negara paling rawan bencana di dunia dengan ancaman topan, gempa dan aktivitas gunung berapi. (Reuters dan Al Jazeera)

Berita Lainnya