sun
moon
a l i n e a dot id
fakta data kata
logo alinea.id

Kim Jong-un tolak hadiri KTT ASEAN-Korsel

Korea Utara berterima kasih atas undangan Korea Selatan, namun mereka menyatakan bahwa sekarang bukan saat yang tepat untuk bertemu.

Valerie Dante
Valerie Dante Kamis, 21 Nov 2019 16:14 WIB
Kim Jong-un tolak hadiri KTT ASEAN-Korsel
Informasi mutakhir perkembangan Covid-19 di Indonesia bisa dilihat di sini
Terinfeksi 74018
Dirawat 35764
Meninggal 3535
Sembuh 34719

Pemimpin Korea Utara Kim Jong-un tidak akan menghadiri KTT ASEAN-Korea Selatan di Busan pada pekan depan. Kantor berita KCNA pada Kamis (21/11) melaporkan bahwa Pyongyang mengatakan sekarang bukan waktu yang tepat untuk menghadiri pertemuan tersebut karena hubungan yang sedang tegang.

Presiden Korea Selatan Moon Jae-in mengirim undangan kepada Kim Jong-un pada 5 November dan menawarkan bagi utusan Korea Utara untuk hadir jika dia tidak dapat berpartisipasi.

Moon Jae-in akan menjamu para pemimpin ASEAN dalam KTT yang digelar untuk merayakan peringatan 30 tahun kemitraan mereka. Sebelumnya, dia sempat mengatakan bahwa kemungkinan Kim Jong-un akan bergabung dengan mereka.

Meskipun berterima kasih kepada Korea Selatan atas undangannya, Korea Utara meminta Seoul untuk memahami bahwa pihaknya tidak menemukan alasan bagi Kim Jong-un untuk berpartisipasi dalam KTT tersebut.

Dalam pernyataannya, Pyongyang menuduh Seoul merusak hubungan antara kedua negara dengan terlalu bergantung pada Amerika Serikat dalam menyelesaikan masalah antar-Korea.

"Sangat membingungkan bahwa mereka mengusulkan membahas hubungan antar-Korea di forum multilateral yang tidak sesuai, bahkan setelah mengalami kegagalan dengan terlalu bergantung pada AS," bunyi pernyataan Korea Selatan.

Korea Selatan dan Korea Utara melakukan serangkaian kegiatan diplomatik, termasuk tiga KTT pada 2018. Pada saat itu, Moon Jae-in dan Kim Jong-un setuju untuk meningkatkan hubungan dan memulai kembali inisiatif bisnis yang macet.

Namun, belum ada kemajuan yang signifikan di tengah pengetatan sanksi yang dijatuhkan akibat program nuklir dan rudal Korea Utara. Di sisi lain, perundingan denuklirisasi Pyongyang-Washington pun mandek. (Reuters dan Korean Herald)

Sponsored
Berita Lainnya