sun
moon
a l i n e a dot id
fakta data kata
logo alinea.id

Korea Utara tembakkan dua proyektil

Penjaga pantai Jepang mengonfirmasi bahwa sebuah rudal mendarat di luar perairan zona ekonomi eksklusif negara itu.

Khairisa Ferida
Khairisa Ferida Sabtu, 21 Mar 2020 08:38 WIB
Korea Utara tembakkan dua proyektil
Informasi mutakhir perkembangan Covid-19 di Indonesia bisa dilihat di sini
Terinfeksi 75699
Dirawat 36455
Meninggal 3607
Sembuh 35638

Korea Selatan menyatakan bahwa Korea Utara kembali menembakkan dua proyektil yang diduga rudal balistik jarak pendek. Peluncuran terjadi pada Sabtu (21/3) pagi dari Provinsi Pyongan menuju Laut Timur atau juga dikenal sebagai Laut Jepang.

Pyongyang telah meluncurkan sejumlah rudal sebagai bagian dari latihan menembak pada awal bulan ini. Amerika Serikat dan China telah meminta Korea Utara kembali ke meja perundingan untuk menghentikan program rudal dan nuklirnya.

Seoul menyebut pihaknya terus memantau situasi jika sewaktu-waktu terjadi peluncuran tambahan.

Penjaga pantai Jepang mengonfirmasi bahwa sebuah rudal mendarat di luar perairan zona ekonomi eksklusif negara itu.

Peluncuran ini terjadi ketika Korea Utara mengumumkan akan mengadakan sidang Majelis Rakyat Tertinggi pada 10 April. Para analis menuturkan bahwa pertemuan itu akan menempatkan hampir 700 pejabat tinggi negara itu di satu tempat.

Rachel Minyoung Lee, dari situs web pemantauan Korea Utara, NK News, mentwit bahwa pertemuan itu akan menjadi pertunjukan kepercayaan diri Pyongyang dalam menangani situasi pandemi Covid-19.

Belum ada kasus positif coronavirus jenis baru yang dilaporkan di Korea Utara, meski hal ini diragukan para ahli. Padahal Korea Utara sendiri berbatasan dengan China, di mana Covid-19 pertama kali muncul.

Sponsored

Korea Utara telah mengarantina sekitar 380 warga negara asing, yang kebanyakan adalah diplomat dan staf diplomatik, selama setidaknya 30 hari. Pembatasan itu dicabut pada awal Maret. Kemudian sekitar 80 warga negara asing, terutama diplomat, telah diterbangkan keluar dari ibu kota pada 9 Maret. (BBC)

Berita Lainnya