sun
moon
a l i n e a dot id
fakta data kata
logo alinea.id

KTT ASEAN-AS akan berlangsung, apa saja yang dibahas?

Indonesia berharap, KTT Khusus ini menghasilkan kerja sama yang dapat berkontribusi bagi perdamaian, stabilitas, dan kemakmuran di ASEAN.

Hermansah
Hermansah Kamis, 12 Mei 2022 11:30 WIB
KTT ASEAN-AS akan berlangsung, apa saja yang dibahas?

Presiden Joe Biden menjamu para pemimpin dari ASEAN, ketika pemerintahannya melakukan upaya panjang untuk menunjukkan bahwa Amerika Serikat tidak kehilangan fokus di Pasifik, bahkan ketika berurusan dengan invasi Rusia ke Ukraina.

Biden akan memulai pembicaraannya saat makan malam Kamis (12/5) waktu setempat dengan para pemimpin dari delapan negara ASEAN dan menghadiri pertemuan puncak dua hari itu. Ini akan menjadi pertemuan pertama kelompok itu di Gedung Putih. Para pemimpin ASEAN akan mengambil bagian dalam pembicaraan yang lebih formal di Departemen Luar Negeri AS pada Jumat (13/5).

Negara-negara ASEAN yang hadir di antaranya Brunei, Kamboja, Indonesia, Laos, Malaysia, Singapura, Thailand dan Vietnam. Sementara pemimpin dari dua anggota ASEAN lainnya, Myanmar dan Filipina, diperkirakan tidak akan menghadiri KTT tersebut.

Presiden Filipina yang akan menggantikan Rodrigo Duterte melewatkan KTT. Sementara blok tersebut telah melarang Myanmar -yang telah dicengkeram oleh krisis sejak tentara menggulingkan pemerintah terpilih Aung San Suu Kyi pada Februari 2021-mengirim semua perwakilan kecuali para pemimpin nonpemerintah untuk pertemuan tersebut.

Pemerintahan Biden sendiri telah mengutuk kudeta militer yang menyebabkan penggulingan Suu Kyi. Dia dinyatakan bersalah oleh pengadilan militer bulan lalu atas korupsi dan dijatuhi hukuman lima tahun penjara dalam kasus pertama dari beberapa kasus korupsi yang menimpanya. Namun, Suu Kyi telah membantah tuduhan tersebut.

KTT khusus di Washington berlangsung sebelum Biden berangkat minggu depan untuk kunjungan ke Korea Selatan dan Jepang-kunjungan pertamanya ke Asia sebagai presiden-untuk pembicaraan dengan para pemimpin kedua negara itu. Pada kesempatan itu, Biden juga akan bertemu dengan para pemimpin dari aliansi strategis Indo-Pasifik dengan AS lainnya, dalam kerja sama pertahanan strategis bernama Quad, seperti Australia, India dan Jepang .

Biden telah berusaha untuk memberikan fokus yang lebih besar pada Quad dan meningkatkan hubungan dengan negara-negara Pasifik di awal masa kepresidenannya, ketika ia melihat China yang sedang bangkit sebagai musuh keamanan ekonomi dan nasional yang paling mengancam bagi Amerika Serikat.

Biden yang berjanji untuk menjadikan Pasifik sebagai titik fokus yang lebih besar dari kebijakan AS, telah melihat upayanya pada "poros Asia" yang diperumit oleh pertempuran paling serius di Eropa sejak Perang Dunia II, yang telah menghabiskan banyak kebijakan luar negerinya.

Sponsored

Seorang penasihat kebijakan Gedung Putih Asia mengatakan, pemerintah tetap berkomitmen untuk meningkatkan hubungan dengan negara-negara Asia Tenggara untuk mengatasi inisiatif iklim, ekonomi dan pendidikan.“Ada perasaan bahwa dalam pemerintahan sebelumnya bahwa kami telah berangkat dengan kecepatan yang ditentukan untuk fokus pada Asia Timur atau di Indo-Pasifik dan kemudian menemukan diri kami dengan tantangan mendesak lainnya yang mungkin membuat (kami) sedikit menjauh,” kata koordinator untuk Urusan Indo-Pasifik di Dewan Keamanan Nasional Gedung Putih Kurt Campbell, pada sebuah acara pada Rabu (11/5) yang diselenggarakan oleh Institut Perdamaian AS. “Saya pikir ada perasaan mendalam bahwa itu tidak boleh terjadi lagi,” kata dia lagi.

Biden juga diharapkan membahas situasi di Myanmar dengan para pemimpin ASEAN, serta membahas China dan invasi Rusia ke Ukraina.

Campbell mengatakan, pemerintah mengharapkan pembicaraan pribadi akan terjadi secara "langsung, sopan, tetapi mungkin sedikit tidak nyaman pada waktu-waktu tertentu" karena AS dan anggota ASEAN tidak berada di pandangan yang sama dalam semua masalah.

Misalkan saja, Biden telah menyerukan agar Rusia tidak diundang dari KTT G-20 yang dijadwalkan November karena invasinya ke Ukraina. Anggota ASEAN Indonesia, yang memegang kepresidenan Kelompok 20 tahun ini, telah menolak seruan untuk menarik undangan Moskow.

Pada pertemuan puncak virtual dengan para pemimpin ASEAN tahun lalu, Biden mengatakan Washington akan memulai pembicaraan dengan negara-negara Pasifik tentang pengembangan kerangka ekonomi regional. Campbell mengatakan, kerangka ekonomi Indo-Pasifik akan dibahas selama KTT tahun ini, meskipun tidak jelas seberapa substantif pembicaraan itu.

Duta Besar Jepang untuk Washington, Tomita Koji, mengatakan di forum lain di Washington awal pekan ini bahwa kerangka kerja tersebut dapat diluncurkan selama kunjungan Biden yang akan datang ke Jepang.

Sebelumnya, Presiden RI Joko Widodo (Jokowi) mengatakan bersama pemimpin ASEAN lainnya, Presiden Jokowi akan berpartisipasi dalam rangkaian pertemuan KTT Khusus ASEAN-AS atau ASEAN-US Special Summit (AUSS) selama dua hari.

Rangkaian pertemuan yang akan dihadiri Presiden Jokowi antara lain pertemuan dengan anggota Kongres, pertemuan dengan para CEO besar Amerika, pertemuan dengan Wakil Presiden AS Kamala Harris dan Tim Perubahan Iklim Amerika, dan pertemuan Tingkat Tinggi Pemimpin ASEAN dan Presiden AS Joe Biden.

Presiden menuturkan, Indonesia memegang koordinator kemitraan ASEAN-AS periode 2021-2024. Indonesia berharap, KTT Khusus ini, menghasilkan kerja sama yang dapat berkontribusi bagi perdamaian, stabilitas, dan kemakmuran di kawasan.

Presiden Jokowi juga menegaskan bahwa dengan ASEAN Outlook on the Indo-Pacific, ASEAN siap bersinergi dengan seluruh negara mitra ASEAN, termasuk Amerika Serikat, dalam mengembangkan kerja sama konkret yang inklusif dan saling menguntungkan.

“Kita memiliki tanggung jawab menjadikan Indo-Pasifik sebagai kawasan damai, yang stabil, dan sejahtera,” ungkapnya, seperti dilansir dari setkab.go.id.

Sumber : Associated Press

Berita Lainnya