sun
moon
logo alinea.id logo alinea.id

Menkeu Inggris mundur di tengah reshuffle kabinet

Pengunduran diri Sajid Javid membuatnya menjadi menkeu dengan masa jabatan tersingkat sejak 1970.

Valerie Dante
Valerie Dante Jumat, 14 Feb 2020 14:42 WIB
Menkeu Inggris mundur di tengah reshuffle kabinet
Informasi mutakhir perkembangan Covid-19 di Indonesia bisa dilihat di sini
Terinfeksi 2738
Dirawat 2313
Meninggal 221
Sembuh 204

Di tengah perombakan kabinet Perdana Menteri Boris Johnson, Sajid Javid mengundurkan diri sebagai Menteri Keuangan Inggris. Dia telah memegang jabatan tersebut sejak Juli 2019, ketika Johnson pertama kali diangkat sebagai perdana menteri.

Pengunduran diri Javid membuatnya menjadi Menkeu Inggris dengan masa jabatan tersingkat sejak 1970. Javid sebelumnya menjabat sebagai menteri dalam negeri pada masa pemerintahan Theresa May.

Wakil Menteri Keuangan Inggris Rishi Sunak akan menggantikan posisi Javid.

Javid dijadwalkan untuk mengumumkan anggaran Inggris pada Maret, ini akan menjadi pidato terkait anggaran nasional pertama Inggris sejak hengkang dari Uni Eropa bulan lalu.

Selain Javid, Jaksa Agung Inggris Geoffrey Cox juga mengumumkan mundur.

Dalam twit yang menyertakan surat pengunduran dirinya, Javid berterima kasih atas kepercayaan dan kesempatan yang diberikan kepadanya untuk memimpin Kementerian Keuangan Inggris.

"Saya percaya, penting bagi para pemimpin untuk memiliki tim yang dapat merefleksikan karakter baik dan integritas yang ingin Anda lihat dalam pemerintahan," jelas dia.

Sponsored
— Sajid Javid (@sajidjavid) February 13, 2020

Sejumlah laporan media Inggris mengatakan bahwa Javid ditawari kesempatan untuk tetap menjadi menkeu dengan syarat dia harus memecat semua penasihatnya. Setelah mengetahui syarat tersebut, Javid menolak tawaran Johnson dan memilih untuk mundur.

Downing Street dikabarkan berencana untuk menyusun tim penasihat ekonomi gabungan antara kemenkeu dan perdana menteri.

"Tidak ada menteri dengan harga diri yang dapat menerima syarat seperti itu," kata Javid.

Dia menekankan bahwa selama ini, para penasihatnya bekerja sangat keras dan dia tidak dapat menyetujui pemecatan mereka.

"Saya merasa tidak punya pilihan lain selain mengundurkan diri," lanjut Javid seraya menambahkan bahwa Sunak mendapatkan dukungan penuhnya.

Dalam pernyataannya, Sunak mengatakan bahwa dia merasa terhormat atas kesempatan tersebut. Dia menambahkan, Javid telah melakukan pekerjaan yang luar biasa dan merupakan rekan kerja yang baik.

Ada ketegangan yang dilaporkan terjadi antara Javid dan Penasihat Senior PM Johnson, Dominic Cummings, khususnya menjelang pengumuman anggaran pada Maret. Menurut Financial Times, para politikus dalam lingkaran dekat Johnson bahkan tidak memanggil Javid dengan namanya, melainkan "Chino" yang merupakan singkatan dari "chancellor". (CNBC dan BBC)

Opsi lockdown yang diabaikan Jokowi...

Opsi lockdown yang diabaikan Jokowi...

Senin, 06 Apr 2020 06:02 WIB
Menagih janji keringanan cicilan utang

Menagih janji keringanan cicilan utang

Senin, 06 Apr 2020 05:43 WIB
Berita Lainnya