sun
moon
a l i n e a dot id
fakta data kata
logo alinea.id

Menlu Retno: Indonesia dukung penghapusan paten vaksin Covid-19

Menlu Retno menuturkan, sejak awal pandemik, Indonesia telah secara konsisten menyuarakan akses vaksin yang setara bagi seluruh pihak.

Valerie Dante
Valerie Dante Sabtu, 08 Mei 2021 11:20 WIB
Menlu Retno: Indonesia dukung penghapusan paten vaksin Covid-19

Menteri Luar Negeri RI Retno Marsudi pada Sabtu (8/5) menyatakan, Indonesia mendukung penghapusan paten vaksin Covid-19. Pernyataan tersebut disampaikan saat Menlu Retno saat menerima kedatangan batch ketiga vaksin jadi AstraZeneca sejumlah 1,3 juta vaksin di Bandara Internasional Soekarno-Hatta, Tangerang, Banten.

"Indonesia mendukung penghapusan paten vaksin Covid-19 guna mendorong kapasitas produksi dunia terhadap vaksin," tegas Retno dalam pengarahan media secara virtual.

Lebih lanjut, dia menyatakan Indonesia sangat memahami upaya untuk memenuhi komitmen terkait kesetaraan akses vaksin bagi semua negara tidak mudah.

"Usaha keras terus dilakukan oleh COVAX yang didukung oleh Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), CEPI, Gavi, dan bermitra dengan Unicef bagi pemenuhan kebutuhan vaksin setara bagi semua negara," ungkapnya. "Kita apresiasi upaya tersebut," tambah dia.

Menlu Retno menuturkan, sejak awal pandemik, Indonesia telah secara konsisten menyuarakan akses vaksin yang setara bagi seluruh pihak.

Pada 17 Mei, lanjutnya, COVAX AMC Engagement Group akan kembali bertemu untuk membahas situasi terkini upaya pemenuhan vaksin setara bagi semua negara.

"Bersama dengan Menteri Kesehatan Ethiopia dan Menteri Pembangunan Internasional Kanada, saya akan memimpin pertemuan COVAX AMC tersebut," sambungnya.

Selain itu, Menlu Retno menyampaikan bahwa per Jumat (7/5), jumlah kasus positif Covid-19 di dunia sudah melebihi 157 juta kasus, dengan angka kematian lebih dari 3,2 juta.

Sponsored

Retno menuturkan bahwa menurut laporan mingguan WHO mengenai kasus epidemologi global Covid-19 dari pekan lalu sampai 2 Mei, disebutkan bahwa jumlah kasus global dalam dua minggu terakhir melebihi jumlah kasus selama enam bulan pertama pandemik.

"Jumlahnya sangat tinggi, dengan lebih dari 5,7 juta kasus per minggunya," ungkap Menlu Retno.

Kawasan Asia Tenggara, yang dalam terminologi WHO terdiri dari India, Indonesia, Nepal, Bangladesh, Sri Lanka, Thailand, Maladewa, Timor Leste, Myanmar, dan Bhutan, mengalami kenaikan kasus tertinggi yakni 19% dari kurun waktu sepekan terakhir hingga 2 Mei.

Mengutip data WHO, Menlu Retno menyatakan bahwa kenaikan cukup tinggi tersebut terutama tercatat di India.

"Dengan kenaikan kasus baru, maka kasus di Asia Tenggara mencakup 47% dari kasus infeksi global selama kurun waktu tersebut," lanjutnya.

Menlu Retno menilai bahwa kondisi tersebut menjadi pengingat bahwa penyebaran Covid-19 masih terus terjadi di mana-mana. Dia mendorong seluruh pihak untuk tidak lalai dan tetap waspada.

Berita Lainnya