sun
moon
a l i n e a dot id
fakta data kata
logo alinea.id

Menlu RI-Turki bahas kunjungan Erdogan

Indonesia menyambut minat investor Turki untuk berinvestasi.

Valerie Dante
Valerie Dante Selasa, 22 Des 2020 16:49 WIB
Menlu RI-Turki bahas kunjungan Erdogan
Informasi mutakhir perkembangan Covid-19 di Indonesia bisa dilihat di sini
Terinfeksi 1.341.314
Dirawat 153.074
Meninggal 36.325
Sembuh 1.151.915

Menteri Luar Negeri Turki Mevlüt Çavuşoğlu dan Menteri Luar Negeri RI Retno Marsudi bertemu secara tatap muka di Kementerian Luar Negeri RI, Jakarta, pada Selasa (22/12). Keduanya membahas rencana kunjungan Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan ke Jakarta.

"Kami membahas rencana kunjungan kenegaraan Presiden Erdogan ke Indonesia pada 2021," jelas Menlu Retno dalam konferensi pers secara virtual pada Selasa (22/12).

Dia menyebut, kunjungan tersebut merupakan balasan terhadap lawatan Presiden Joko Widodo ke Ankara pada 2017.

"Kunjungan ini akan menandai peningkatan hubungan Indonesia-Turki ke tatanan yang baru," jelas Retno.

Dalam kunjungan pada tahun depan, Jakarta dan Ankara akan menjajaki pembentukan High-Level Strategic Council (Dewan Strategis Tingkat Tinggi) yang akan menjdi forum bagi para pemimpin kedua negara untuk secara regular membahas berbagai isu bilateral, regional, dan multilateral.

Setelah bertemu dengan Menlu Retno, Menlu Çavuşoğlu dijadwalkan untuk melakukan kunjungan kehormatan kepada Presiden Jokowi.

Terkait kerja sama bilateral, Turki dan Indonesia sepakat untuk melanjutkan perundingan Indonesia-Turkey Comprehensive Economic Partnership Agreement (IT-CEPA). Kedua pihak berharap perundingan dapat dirampungkan pada 2021.

"IT-CEPA berpotensi meningkatkan perdagangan bilateral Indonesia-Turki. Ini juga akan menunjukkan komitmen kita terhadap sistem perdagangan multilateral yang terbuka, adil, dan bebas," jelas Menlu Retno.

Sponsored

Terkait investasi, Retno mengatakan bahwa Indonesia menyambut minat investor Turki yang semakin meningkat di dalam negeri.

"Sejumlah proyek yang saat ini sedang dibahas adalah di bidang perkapalan, pertanian, dan infrastruktur," pungkasnya.

Berita Lainnya