sun
moon
a l i n e a dot id
fakta data kata
logo alinea.id

Paus Fransiskus minta rakyat Myanmar tak menyerah

Militer Myanmar merebut kekuasaan dalam kudeta pada 1 Februari, menggagalkan kemajuan negara itu menuju demokrasi seutuhnya.

Valerie Dante
Valerie Dante Selasa, 18 Mei 2021 10:55 WIB
Paus Fransiskus minta rakyat Myanmar tak menyerah

Dalam misa khusus untuk komunitas Myanmar di Italia pada Minggu (16/5), Paus Fransiskus meminta warga Myanmar tidak putus asa dan menyerah dalam menghadapi kejahatan atau membiarkan komunitasnya terpecah belah.

Militer Myanmar merebut kekuasaan dalam kudeta pada 1 Februari, menggagalkan kemajuan negara menuju demokrasi seutuhnya dan memicu protes massa yang ditanggapi otoritas keamanan dengan tindakan keras.

Paus Fransiskus, yang mengunjungi negara Asia Tenggara itu pada 2017, telah berulang kali mengecam kudeta tersebut. Pada Minggu, dia mengadakan kebaktian khusus bagi umat beriman Myanmar di Basilika Santo Petrus.

"Negara Myanmar yang Anda cintai sedang mengalami kekerasan, konflik, dan penindasan," kata Sri Paus dalam homili.

Myanmar adalah negara yang mayoritas beragama Buddha dan merupakan rumah bagi kurang dari 800.000 umat Katolik Roma.

Fransiskus, yang telah menjadi salah satu pemimpin global yang paling blak-blakan tentang krisis Myanmar, mengatakan, orang-orang tidak boleh kehilangan harapan bahkan ketika kejahatan tampaknya menguasai.

Dia juga mendesak rakyat Myanmar tidak menggunakan kebencian dan balas dendam.

Sejak merebut kekuasaan, junta militer Myanmar berjuang keras untuk memerintah. Protes, pemogokan, dan kampanye pembangkangan sipil melumpuhkan bisnis dan birokrasi.

Sponsored

Militer mengklaim, kudeta bertujuan melindungi demokrasi setelah pemilu pada November 2020 dituding dirusak oleh penipuan. Komisi pemilihan Myanmar menolak klaim penyimpangan tersebut. (Channel News Asia)

Berita Lainnya