sun
moon
a l i n e a dot id
fakta data kata
logo alinea.id

Penembakan Daunte Wright picu protes hari kedua

Unjuk rasa pada Senin adalah yang kedua setelah seorang pria kulit hitam, Daunte Wright (20), tewas usai ditembak seorang polisi di AS.

Valerie Dante
Valerie Dante Selasa, 13 Apr 2021 15:06 WIB
Penembakan Daunte Wright picu protes hari kedua

Polisi menembakkan gas air mata dan menggunakan granat kejut pada Senin (12/4) malam ketika kerumunan berkumpul untuk memprotes pembunuhan Daunte Wright, pria kulit hitam, oleh seorang petugas polisi di Kota Minneapolis, Amerika Serikat.

"Para pengunjuk rasa melemparkan botol, kembang api, batu bata, dan proyektil lainnya ke arah petugas keamanan," jelas twit dari Operation Safety Net (OSN).

OSN merupakan organisasi lokal yang bertujuan memastikan keamanan publik selama persidangan Derek Chauvin yang berjarak tak jauh dari tempat protes di Brooklyn Center, Minnesota.

Chauvin adalah petugas polisi yang bertanggung jawab atas kematian George Floyd pada Mei 2020.

Unjuk rasa pada Senin (12/4) merupakan protes hari kedua setelah Wright yang berusia 20 tahun dibunuh oleh seorang petugas polisi, yang diidentifikasi sebagai Kim Potter.

Jam malam diberlakukan di Brooklyn Center dan polisi menangkap mereka yang melakukan pelanggaran dan mengabaikan perintah pembubaran.

Menurut sejumlah saksi mata, pada pukul 23.00, sebagian besar pengunjuk rasa telah meninggalkan tempat kejadian di sekitar kantor polisi.

Namun, jendela di toko Dollar Tree, dekat lokasi protes, pecah dan asap terlihat keluar dari bangunan tersebut.

Sponsored

"Petugas pemadam kebakaran sedang menuju ke Dollar Tree di pusat Brooklyn. Tolong beri jalan bagi truk pemadam kebakaran dan jauhi area tersebut agar para petugas pemadam kebakaran dapat bekerja," jelas kata Minnesota OSN dalam sebuah twit.

Sejumlah orang terlihat di depan toko mengambil gambar dan video setelahnya.

Wali Kota Brooklyn Center Mike Elliot mengatakan, mengerti bahwa orang-orang marah, tetapi dia meminta pengunjuk rasa untuk pulang.

Elliot menambahkan, arahan regional yang mengarahkan upaya penegakan hukum dan bukan dia.

"Tujuannya sekarang adalah mencoba membubarkan kerumunan dan meminta orang untuk pulang," ungkapnya.

Kematian Daunte Wright

Sebelumnya pada Senin, polisi memberikan laporan tentang tindakan petugas saat mencoba menahan Wright pada Minggu (11/4), menyusul pemberhentian lalu lintas yang memuncak dengan seorang petugas menembak mati pria berusia 20 tahun itu.

Petugas yang membunuh Wright, Potter, telah bekerja di departemen kepolisian Brooklyn Center selama 26 tahun.

Kepala Polisi Brooklyn Center Tim Gannon mengatakan bahwa video kejadian penembakan Wright dirilis demi transparansi.

Gannon menuturkan, bagian dari rekaman kamera yang dikenakan di tubuh Potter (body-worn camera) yang dirilis pada Senin membuatnya yakin bahwa penembakan itu tidak disengaja.

Dia menyebut bahwa kemungkinan besar Potter awalnya ingin menyetrum Wright menggunakan senjata kejut listrik atau taser.

"Saat saya menonton video dan mendengarkan perintah polisi yang bertugas, saya yakin bahwa petugas tersebut berniat untuk menggunakan taser tetapi malah menembak Wright dengan sebuah peluru," jelas Gannon. 

Video tersebut menunjukkan tiga petugas di halte lalu lintas, tetapi satu-satunya video yang dirilis adalah klip berdurasi satu menit dari petugas yang menembakkan senjatanya.

Gannon mengatakan bahwa Potter untuk sementara diberikan cuti administratif.

"Saya merasa komunitas perlu tahu apa yang terjadi. Mereka perlu melihatnya. Saya harus transparan. Dan saya ingin terus terang," lanjut Gannon.

Seorang juru bicara Kementerian Kehakiman AS mengatakan penembakan itu adalah masalah lokal dan mereka tidak terlibat dalam penyelidikan.

Sumber : CNN

Berita Lainnya