logo alinea.id logo alinea.id

PM May: Brexit akan terlaksana tepat waktu

Kepada Uni Eropa, May mengatakan bahwa Parlemen akan menyetujui kesepakatan Brexit jika ada perubahan yang mengikat secara hukum.

Valerie Dante
Valerie Dante Jumat, 08 Feb 2019 12:27 WIB
 PM May: Brexit akan terlaksana tepat waktu

Perdana Menteri Inggris Theresa May mengatakan kepada para pemimpin Uni Eropa bahwa Parlemen dapat menyetujui kesepakatan Brexit jika
blok tersebut menerapkan perubahan yang mengikat secara hukum.

May, yang juga berjanji akan mewujudkan Brexit tepat waktu, berbicara setelah serangkaian pertemuan dengan para pejabat tinggi Uni Eropa di Brussels, Kamis (7/2).

Presiden Komisi Eropa Jean-Claude Juncker tetap menolak jenis perubahan yang ingin dilihat oleh May. Namun, kedua belah pihak sepakat akan mengadakan pembicaraan lebih lanjut untuk memecah kebuntuan.

May mengatakan dia juga telah berbicara dengan Presiden Dewan Eropa Donald Tusk terkait komentar Tusk pada Rabu (6/2) tentang adanya "tempat khusus di neraka" bagi mereka yang mendukung Brexit tanpa kesepakatan atau no-deal Brexit.

Menurutnya, perkataan Tusk tidak membantu dan telah menyebabkan keresahan di Inggris. May mengatakan kepada Tusk bahwa seharusnya dia hanya fokus untuk bekerja sama dengan Inggris demi mendapatkan kesepakatan Brexit.

Setelah pertemuannya dengan May, melalui Twitter, Tusk menuturkan bahwa pembicaraan tentang Brexit tidak membawa terobosan baru.

Tawaran dari Partai Buruh

Sponsored

Jeremy Corbyn telah mengirim surat kepada PM May, yang memuat lima syarat untuk mendapat dukungan dari Partai Buruh atas draf Brexit. Dia juga menawarkan pembicaraan untuk mengamankan perjanjian yang dapat memenangkan dukungan Parlemen dan menyatukan negara.

Politikus Partai Buruh Keir Starmer akan bertemu dengan Lidington untuk membahas proposal tersebut.

Tetapi langkah itu disambut dengan cemas oleh anggota Partai Buruh lainnya. Mereka menuduh Corbyn mengkhianati komitmennya sendiri, yang dinyatakan pada konferensi partai, untuk mendukung pemungutan suara publik jika dia tidak dapat memaksa digelarnya pemilihan umum.

Anggota Parlemen dari Partai Buruh Owen Smith, mengatakan bahwa dia dan sejumlah rekan separtainya berpikir untuk mundur karena perubahan sikap Corbyn atas Brexit.

Di lain sisi, Stephen Kinnock dari Partai Buruh, yang mendukung model 'Norwegia Plus' dengan kemitraan ekonomi yang erat dengan Uni Eropa, menyambut baik surat Corbyn. 

Dalam sebuah twit, dia mengatakan langkah Corbyn dapat memecahkan kebuntuan.

Lidington mengatakan dia dan Barclay bersedia untuk membahas proposal Partai Buruh dengan Starmer dan fronthbencher Dewan Perwakilan lainnya.

Inggris harus meninggalkan Uni Eropa pada Jumat, 29 Maret 2019, pukul 23.00 waktu setempat. Itulah tenggat dua tahun atas negosiasi penarikan yang tercantum di Pasal 50.

Pada Januari, Parlemen menolak Withdrawal Agreement yang telah dinegosiasikan pemerintah dengan Uni Eropa, mendukung sebuah amendemen bagi pemerintah untuk mencari resolusi alternatif dari backstop Irlandia.

Pada dasarnya, backstop merupakan posisi untuk tetap membuka perbatasan antara Irlandia Utara, yang merupakan bagian dari Inggris, dengan Republik Irlandia, bagian dari Uni Eropa, setelah proses Brexit berlangsung.

Sumber : BBC