logo alinea.id logo alinea.id

Protes penangkapan bos Huawei, China panggil dubes Kanada dan AS

Penangkapan terhadap Direktur Keuangan Global Huawei Meng Wanzhou di Kanada dilakukan atas permintaan Amerika Serikat.

Khairisa Ferida Senin, 10 Des 2018 10:26 WIB
Protes penangkapan bos Huawei, China panggil dubes Kanada dan AS

Untuk memprotes penangkapan Direktur Keuangan Global Huawei Meng Wanzhou di Vancouver, Kanada, Kementerian Luar Negeri China tidak hanya memanggil duta besar Kanada, namun juga duta besar Amerika Serikat.

Beijing mendeskripsikan penangkapan Meng Wanzhou sebagai tindakan melawan hukum dan sangat kejam. 

Meng Wanzhou ditangkap pada 1 Desember dan menghadapi upaya ekstradisi ke Amerika Serikat, di mana dia dituduh membantu Huawei mengakali sanksi Washington terhadap Iran.

Dalam sebuah pernyataan pada Minggu (9/12), Wakil Menteri Luar Negeri China Le Yucheng mengatakan Duta Besar Amerika Serikat untuk China Terry Branstad dipanggil untuk diprotes keras atas arahan AS yang tidak masuk akal ke Kanada agar menangkap eksekutif Huawei.

Le menegaskan, Beijing ingin Washington mencabut surat perintah penangkapan terhadap Meng Wanzhou dan membebaskannya.

Sebelumnya, pada Sabtu (8/12), Duta Besar Kanada untuk China John McCallum lebih dulu dipanggil. Dalam pernyataan terkait pemanggilan Dubes McCallum, Le menyebutkan bahwa "penangkapan Meng Wanzhou sangat melanggar hak dan kepentingan legal warga negara China, melawan hukum, tidak berdasar dan kejam, serta sangat amoral."

Dalam kesempatan yang sama, China juga memperingatkan Kanada tentang konsekuensi serius jika menolak melepaskan Meng Wanzhou.

"China sangat mendesak Kanada untuk melepaskannya dengan segera ... Jika tidak maka pastinya akan ada konsekuensi serius dan Kanada harus bertanggung jawab penuh untuk itu," ungkap Le dalam pernyataannya.

Sponsored

Perintah penangkapan keluar pada Agustus

Meng Wanzhou diyakini telah membantu Huawei mengakali sanksi Amerika Serikat terhadap Iran dengan mengatakan kepada sejumlah lembaga keuangan bahwa anak perusahaan Huawei adalah perusahaan terpisah. Hal tersebut diungkapkan jaksa Kanada dalam sidang jaminan yang berlangsung Jumat (7/12).

Pengacara Meng Wanzhou berargumen bahwa kliennya memiliki hubungan dengan Kanada dan bukan merupakan risiko penerbangan. Setelah mendengar argumen dari kuasa hukum dan jaksa, sidang jaminan berakhir tanpa putusan dan akan dilanjutkan pada Senin (10/12) pukul 13.00 waktu setempat.

Rincian atas pertanyaan mengapa Meng Wanzhou ditahan sebelumnya masih simpang siur. Itu karena hakim telah menerima permintaan Meng Wanzhou untuk melarang polisi dan jaksa merilis informasi terkait kasus ini sebelum sidang dan larangan tersebut dicabut pada Jumat lalu.

Sidang yang berlangsung pada Jumat lalu juga menguak fakta bahwa surat perintah penangkapan atas Meng Wanzhou dikeluarkan seorang hakim di Pengadilan Distrik AS untuk Eastern District, New York, pada 22 Agustus. 

Respons Huawei

Pada awal pekan ini, Huawei telah mengeluarkan keterangan berbunyi bahwa Meng Wanzhou telah ditahan otoritas Kanada atas nama Amerika Serikat ketika dia berganti pesawat di Kanada.

Merespons persidangan yang berlangsung pada Jumat lalu, Huawei menuturkan, "Kami akan terus mengikuti sidang jaminan yang dilanjutkan pada Senin. Kami memiliki keyakinan bahwa sistem hukum Kanada dan AS akan mencapai kesimpulan yang tepat."

Huawei, raksasa telekomunikasi China itu menegaskan tidak melihat adanya kesalahan yang dilakukan oleh Meng Wanzhou dan bahwa mereka mematuhi seluruh hukum serta peraturan yang berlaku di mana pun mereka beroperasi.

Selain perannya sebagai direktur keuangan global, Meng Wanzhou juga menjabat sebagai wakil ketua dewan Huawei. Perempuan usia 46 tahun itu adalah putri dari pendiri Huawei Ren Zhengfei.

Kuasa hukum Meng Wanzhou menekankan bahwa kliennya tidak akan melanggar perintah pengadilan karena itu akan mempermalukannya secara pribadi, ayahnya, Huawei, dan China. Dia menambahkan bahwa kasus Meng Wanzhou belum sepenuhnya jelas, meski surat perintah penangkapannya dikeluarkan beberapa bulan lalu.

"Meng Wanzhou melakukan semua hal yang bisa dia lakukan untuk transparan dengan mitra perbankan Huawei, dan perusahaan selalu berupaya untuk memastikan kepatuhan terhadap peraturan sanksi," imbuh pengacaranya.

Penangkapan terjadi ketika Trump dan Xi bertemu

Huawei adalah salah satu pembuat smartphone dan peralatan jaringan terbesar di dunia dan salah satu perusahaan Cina yang paling terkenal. Huawei disebut-sebut sebagai pusat ambisi Negeri Tirai Bambu untuk menjadi negara adikuasa teknologi.

Namun, adanya kekhawatiran bahwa perangkat Huawei menimbulkan risiko keamanan nasional telah melukai kemampuannya untuk tumbuh di luar negeri.

Huawei telah berulang kali ditargetkan di Amerika Serikat. Badan-badan intelijen mengatakan warga negara Amerika Serikat tidak boleh menggunakan ponsel pabrikan Huawei. Badan-badan pemerintah juga dilarang membeli peralatan mereka.

"Huawei adalah aktor yang buruk," kata penasihat perdagangan Gedung Putih Peter Navarro pada Jumat lalu.

Navarro mengakui penangkapan Meng Wanzhou yang terjadi tepat ketika Presiden AS Donald Trump dan Presiden China Xi Jinping mencapai gencatan senjata atas perang dagang tidak wajar. Namun, dia memastikan itu tindakan yang sah.

"Mari kita lihat apa yang didakwakan dan biarkan Kementerian Kehakiman melakukan tugasnya," katanya.

Sumber : CNN