logo alinea.id logo alinea.id

RI-Inggris tegaskan komitmen kemitraan strategis

Lewat bidang pendidikan, Inggris mendukung peningkatan kualitas sumber daya manusia Indonesia.

Valerie Dante
Valerie Dante Selasa, 18 Jun 2019 12:20 WIB
RI-Inggris tegaskan komitmen kemitraan strategis

Indonesia dan Inggris sepakat memperkuat hubungan bilateral dalam berbagai bidang, termasuk dukungan Inggris dalam peningkatan kualitas sumber daya manusia melalui kerja sama di bidang pendidikan.

Hal tersebut disampaikan oleh Menteri Luar Negeri RI Retno Marsudi dalam Forum Kemitraan Indonesia-Inggris di London, Senin (17/6).

"Forum Kemitraan Indonesia-Inggris menegaskan komitmen kedua negara untuk meningkatkan kemitraan bilateral di masa mendatang," tutur Menlu Retno seperti dikutip dari keterangan tertulis Kementerian Luar Negeri RI yang diterima Alinea.id pada Selasa (18/6).

Dalam forum tersebut, Menlu Retno, bersama Menteri Pendidikan dan Kebudayaan RI Muhadjir Effendy, bertemu dengan Wakil Perdana Menteri Inggris David Lidington dan Menteri Urusan Asia Pasifik Inggris Mark Field.

Kerja sama RI-Inggris di bidang pendidikan merupakan tindak lanjut dari prioritas Presiden Joko Widodo terhadap peningkatan sumber daya manusia.

Selain membahas kerja sama pendidikan, Forum Kemitraan juga mendiskusikan prioritas lainnya seperti potensi kerja sama ekonomi dan perjanjian perdagangan di antara kedua negara pasca-Brexit.

Inggris menegaskan kembali posisi Indonesia sebagai mitra strategis, terutama dalam penanganan isu pemberantasan terorisme, perubahan iklim, serta persoalan intoleransi di dunia. 

Selain itu, forum tersebut menyepakati revitalisasi Joint Working Group on Creative Economy, untuk meningkatkan kerja sama dalam bidang ekonomi kreatif antara kedua negara. 

Sponsored

Sebagai bentuk realisasi kerja sama isu prioritas, Indonesia dan Inggris menandatangani nota kesepahaman (MoU) di bidang kerja sama maritim yang menyepakati pembentukan Bilateral Maritime Forum (BMF). 

BMF akan menjadi wadah pertemuan untuk meningkatkan kerja sama terkait maritim yang sejalan dengan prioritas pemerintah Indonesia, khususnya dalam kaitannya dengan Poros Maritim Dunia.

"Saya juga secara khusus mengangkat berbagai isu internasional yang menjadi kepentingan bersama antara lain Palestina, Afghanistan dan Rakhine State," ungkap Menlu Retno.

Forum Kemitraan antara kedua negara pertama kali diselenggarakan pada 2007 sebagai bentuk tindak lanjut untuk memperdalam kerja sama bilateral.