sun
moon
a l i n e a dot id
fakta data kata
logo alinea.id

Timnas sepak bola wanita Afghanistan tiba di Pakistan

Taliban yang mengambil alih kekuasaan di Afghanistan sejak medio Agustus 2021 melarang wanita bermain olahraga apa pun.

Michael Jason Saputra
Michael Jason Saputra Rabu, 15 Sep 2021 18:40 WIB
Timnas sepak bola wanita Afghanistan tiba di Pakistan

Menteri Informasi dan Penyiaran Pakistan, Fawad Chaudhry, mengatakan, timnas sepak bola wanita Afghanistan telah tiba di negaranya. Mereka disambut utusan Federasi Sepak Bola Pakistan (PFF).

“Kami menyambut tim sepak bola wanita Afghanistan. Mereka tiba di perbatasan Torkham dari Afghanistan. Para pemain memiliki paspor Afghanistan yang valid dan visa Pakistan. Mereka telah diterima Nouman Nadeem dari PFF," cuit Chaudhry melalui akun Twitter @fawadchaudhry, Rabu (15/9).

Sementara itu, Reuters melaporkan, Chaudhry tidak menjelaskan berapa banyak pemain sepak bola wanita Afghanistan yang datang. Pun dengan rencana ke depannya.

Pada Rabu (8/9) lalu, Taliban, yang mengambil alih kekuasaan di Afghanistan setelah kejatuhan Kabul pada Minggu (15/8), dilaporkan melarang wanita bermain olahraga apa pun, termasuk kriket yang populer di sana.

“Saya tidak berpikir wanita akan diperbolehkan bermain kriket karena itu tidak penting untuk mereka, wanita untuk bermain kriket. Dalam kriket, mereka dapat menghadapi situasi di mana wajah dan tubuh mereka tidak tertutupi. Islam tidak memperbolehkan wanita terlihat seperti ini. Ini adalah era media, akan foto dan video, dan orang akan menontonnya. Islam dan Keamiran Islam (Afghanistan) tidak memperbolehkan wanita bermain kriket atau bermain olahraga apa pun di mana mereka akan terekspos,” ujar Wakil Kepala Komisi Kebudayaan Taliban, Ahmadullah Wasiq, dalam sebuah wawancara kepada SBS News.

Kekhawatiran akan nasib wanita di Afghanistan menjadi salah satu isu yang mengemuka sejak Taliban mengambil alih kekuasaan menyusul kaburnya Presiden Ashraf Ghani ke luar negeri. Di bawah pemerintahan Taliban sebelumnya, 1996-2001, sejumlah larangan diterapkan, terutama kepada wanita.

“Wanita di Afghanistan adalah populasi yang paling dalam bahaya dan paling dalam resiko di negara ini," ungkap aktivis hak perempuan sekaligus mantan anggota parlemen Afghanistan, Fawzia Koofi.

Mantan kapten timnas sepak bola wanita Afghanistan, Khalida Popal, menurut laporan The Guardian edisi Kamis (19/8), meminta semua pemain timnas wanita Afghanistan menyingkirkan segala sejak sejarah karir olahraga mereka.

Sponsored

"Hari ini, saya memanggil mereka dan mengatakan pada mereka, turunkan nama-nama mereka, singkirkan identitas mereka, turunkan foto mereka untuk keamanan mereka bahkan saya mengatakan pada mereka untuk membakar dan menyingkirkan seragam timnas mereka,” ujarnya pada Reuters.

“Hal itu menyedihkan bagi saya, bagi seseorang yang sebagai aktivis berdiri dan melakukan segala hal yang mungkin untuk meraih dan mendapatkan identitas tersebut sebagai pemain timnas wanita. Untuk mendapatkan medali tersebut di dada, untuk mendapatkan hak bermain, dan mewakili negara kita, betapa bangganya kita," sambungnya. (Reuters/France 24/The Guardian/SBS News)

Berita Lainnya