sun
moon
a l i n e a dot id
fakta data kata
logo alinea.id

Trump: Biden menang karena pilpres dicurangi

Trump menegaskan, bahwa dia kemungkinan besar memenangkan pilpres dan menolak untuk menyerah.

Valerie Dante
Valerie Dante Senin, 16 Nov 2020 12:50 WIB
Trump: Biden menang karena pilpres dicurangi
Informasi mutakhir perkembangan Covid-19 di Indonesia bisa dilihat di sini
Terinfeksi 534.266
Dirawat 66.752
Meninggal 16.825
Sembuh 445.793

Presiden Donald Trump untuk pertama kalinya pada Minggu (15/11) mengakui bahwa Joe Biden memenangkan Pilpres Amerika Serikat (AS) 2020. Namun, Trump menolak untuk menyerah dan menyalahkan kekalahannya pada serangkaian tuduhan tidak berdasar.

Sebagian besar media lokal memproyeksikan Biden sebagai pemenang lebih dari seminggu yang lalu. Sejak itu, Biden telah menyampaikan pidato kemenangan dan membuat tim transisi pemerintahan.

Namun, Trump secara konsisten mempertanyakan validitas pemilu bahkan sebelum hasil pemungutan suara dirilis. Dia meluncurkan, tuntutan hukum yang didukung oleh para sekutunya atas penghitungan suara di sejumlah negara bagian.

"Dia (Biden) menang karena pemilu dicurangi," kata Trump.

Lebih lanjut, Trump menegaskan, bahwa dia kemungkinan besar memenangkan pilpres dan menolak untuk menyerah.

Sejak Biden mendeklarasikan kemenangan pekan lalu, Trump hanya menghabiskan sedikit waktu di depan kamera dan menolak waktu menjawab pertanyaan dari wartawan yang tidak dia anggap sebagai sekutu.

Trump telah berulang kali mengklaim tanpa bukti bahwa kesempatannya untuk masa jabatan kedua dicuri darinya akibat suara yang korup. Analisis CNN atas klaim tersebut, tidak menemukan satu contoh pun tentang hal itu yang terjadi.

Biden meraih lebih dari 270 suara elektoral (electoral vote) setelah kemenangannya di Pennsylvania. Kubu Demokrat kini memiliki 306 electoral vote dibandingkan dengan 232 suara Trump sebagai hasil dari kemenangan di dua negara bagian yakni Arizona dan Georgia.

Sponsored

Mantan penasihat keamanan nasional Trump, John Bolton, pada Minggu mengatakan bahwa menurutnya, sang presiden masih belum dapat menerima kekalahannya akibat syok.

"Saya pikir dia tercengang akibat kekalahannya, itulah mengapa dia benar-benar diam begitu lama. Dia hidup di dunia mimpinya sendiri dan hal itu berjalan mulus selama empat tahun terakhir ini," kata Bolton.

Lebih lanjut, Bolton menuturkan, bahwa pandemik Covid-19 adalah salah satu kenyataan tragis yang tidak mampu Trump tangani.

"Kekalahan dalam pemilihannya sendiri, dalam pikirannya, adalah kenyataan tragis lainnya," sambungnya.

Calon kepala staf Gedung Putih yang baru, Ron Klain mengatakan, pada Minggu bahwa pernyataan Trump menegaskan kemenangan Biden.

"Saya melihatnya sebagai konfirmasi lebih lanjut dari kenyataan bahwa Joe Biden memenangkan Pilpres 2020. Dia menang karena dia mendapat lebih banyak suara," ujar Klain.

Senator dari Vermont, Bernie Sanders, menuturkan bahwa dia tidak begitu khawatir tentang Trump yang berusaha untuk tetap berkuasa setelah 20 Januari. Menurutnya, semakin banyak suara yang diperoleh Biden, dukungan publik untuk Trump akan semakin turun.

Meski begitu, Sanders menilai, bahwa seharusnya Trump tidak terus menyangkal kenyataan.

"Trump terus memberitahu para pendukungnya bahwa satu-satunya alasan dia mungkin kalah dalam pilpres ini adalah karena kecurangan merupakan sesuatu yang benar-benar memalukan," tegas dia. (CNN)

Berita Lainnya