logo alinea.id logo alinea.id

UE tekankan dukungan bagi Kuba

Dukungan Uni Eropa menguat di tengah peningkatan sanksi Amerika Serikat atas Kuba.

Khairisa Ferida
Khairisa Ferida Selasa, 10 Sep 2019 11:20 WIB
UE tekankan dukungan bagi Kuba

Uni Eropa berkomitmen untuk membantu Kuba mengembangkan perekonomiannya. Demikian disampaikan oleh Kepala Kebijakan Luar Negeri Uni Eropa Federica Mogherini pada Senin (9/9) dalam kunjungan tiga harinya ke Havana.

Pernyataan Uni Eropa tersebut muncul justru ketika Amerika Serikat meningkatkan sanksi terhadap negara pulau itu.

"Uni Eropa adalah mitra komersial dan investor top Kuba, dan kami telah melipatgandakan kerja sama dalam dua tahun terakhir," kata Mogherini dalam konferensi persnya dengan Menteri Luar Negeri Kuba Bruno Rodriguez.

Bantuan pembangunan Uni Eropa disambut baik di tengah perekonomian Kuba yang tidak sehat dan perjuangan negara itu atas sanksi AS yang lebih ketat, sementara bantuan dari Venezeula sangat kecil mengingat negara yang sama-sama berhaluan kiri itu tengah dilanda krisis ekonomi dan politik mendalam.

Pekan lalu, AS merilis peraturan baru yang membatasi pengiriman yang oleh warganya ke Kuba.

"Uni Eropa dapat membantu Kuba memperbarui ekonominya," kata Mogherini, yang juga bertemu dengan Presiden Miguel Diaz-Canel pada Senin.

Mogherini menggarisbawahi bahwa pihaknya dan Kuba sudah mengadakan pembicaraan bilateral tentang sejumlah topik seperti pembangunan berkelanjutan dan HAM dalam kerangka dialog politik dan pakta kerja sama yang disepakati pada 2017. 

"Kami juga melanjutkan dialog tentang situasi dan kerja sama di kawasan, termasuk isu Venezuela," ujar Mogherini.

Sponsored

Kuba adalah sekutu kuat Presiden Venezuela Nicolas Maduro, yang dimusuhi Barat. Maduro dituduh terpilih kembali dengan cara yang curang.

Uni Eropa mulai menormalisasi hubungan dengan Kuba lima tahun lalu, sebagaimana pula AS, mengakhiri dekade permusuhan era Perang Dingin.

Tetapi kebijakan Uni Eropa dan AS bertolak belakang. Donald Trump telah menyuarakan seruan yang sama dengan pendahulunya, meminta pemerintah Kuba melakukan reformasi.

Sejumlah kelompok oposisi telah meminta Uni Eropa menangguhkan perjanjian kerja sama dengan Kuba. Mereka menuduh pihak berwenang Kuba menyerbu puluhan rumah aktivis dalam beberapa pekan terakhir dan menahan lebih dari 100 orang pada akhir pekan lalu saja.

Kuba mencap para pembangkang, yang memiliki dukungan terbatas di pulau itu, sebagai minoritas kecil provokator yang didanai oleh AS untuk menumbangkan pemerintah.

Para pejabat Uni Eropa mengatakan mereka yakin bahwa mereka dapat memengaruhi Kuba dengan lebih baik dalam isu HAM lewat dialog dibanding paksaan.

Sumber : Reuters