sun
moon
a l i n e a dot id
fakta data kata
logo alinea.id

Inilah infeksi yang menular jika menggunakan toilet kotor

Menjaga kebersihan toilet atau menjaga kebersihan toilet sangat penting untuk pencegahan beberapa penyakit dan infeksi.

Cindy Victoria Dhirmanto
Cindy Victoria Dhirmanto Sabtu, 21 Nov 2020 07:57 WIB
Inilah infeksi yang menular jika menggunakan toilet kotor
Informasi mutakhir perkembangan Covid-19 di Indonesia bisa dilihat di sini
Terinfeksi 557.877
Dirawat 77.969
Meninggal 17.355
Sembuh 462.553

Setiap tahun pada 19 November, Hari Toilet Sedunia dirayakan agar meningkatkan kesadaran akan pentingnya toilet untuk sanitasi berkelanjutan dan perubahan iklim. Hari itu juga difokuskan untuk menghadirkan fasilitas sanitasi yang layak bagi masyarakat yang tidak memiliki akses ke sanitasi yang dikelola dengan aman.

Menjaga kebersihan toilet atau menjaga kebersihan toilet sangat penting untuk pencegahan beberapa penyakit dan infeksi. Toilet membantu mengumpulkan kotoran manusia ke tempat yang aman dan dapat diakses sehingga limbah dapat dengan mudah diolah atau dibuang dengan aman. Selain itu, kotoran manusia dapat digunakan dengan aman untuk produksi energi dan sebagai pupuk untuk menyediakan nutrisi penting bagi tanaman.

Dibawah ini terdapat beberapa infeksi yang mungkin dapat ditularkan melalui toilet yang kotor:

1. Diare

Diare akibat bakteri terutama disebabkan oleh bakteri Salmonella atau Campylobacter. Ketika seseorang bepergian ke suatu tempat dengan sanitasi yang buruk, mereka juga dapat mengalami diare karena infeksi e-coli, Shigella atau parasit tertentu yang ada pada tinja.

2. Ebola

Di daerah wabah Ebola seperti Afrika Barat, penularan virus Ebola biasa terjadi melalui kotoran manusia. Penularan Ebola terkait limbah dapat dikurangi jika layanan limbah dan sanitasi di daerah endemik Ebola ditingkatkan.

3. Gonore

Sponsored

Ini adalah jenis penyakit menular seksual (PMS) yang bisa menyebar melalui dudukan toilet. Infeksi Gonore dapat menyebabkan gejala seperti keputihan yang kental dan berwarna hijau dalam waktu singkat dan mungkin resisten terhadap beberapa antibiotik seperti ciprofloxacin.

4. Infeksi kulit

Bakteri streptokokus dapat menyebabkan infeksi kulit ringan hingga berat seperti impetigo dan necrotising fasciitis melalui dudukan toilet umum. Bakteri tersebut juga dapat menyebabkan bisul di bokong dan iritasi pada kulit perianal.

5. Pneumonia
Sebuah penelitian menunjukkan adanya bakteri pneumonia pada ponsel petugas kesehatan. Mikroba diperkirakan telah ditularkan ke perangkat dari berbagai sumber termasuk dudukan toilet. Ini mungkin terjadi ketika seseorang menggunakan ponselnya saat buang air besar dan tidak mencuci tangan.

6. Kutu kemaluan
Kutu kemaluan terutama ditemukan di daerah rambut kemaluan. Mereka menyebar terutama melalui dudukan toilet atau kontak seksual. Rasa gatal di daerah genital pada malam hari adalah gejala utama infeksi.

7. ISK
Kebiasaan buang air kecil yang buruk dapat meningkatkan risiko infeksi saluran kemih, yang merupakan alasan paling umum kedua untuk mengunjungi rumah sakit. ISK merupakan masalah kesehatan yang sering terjadi pada wanita usia muda, terutama yang memiliki kebiasaan menggunakan toilet barat.

8.Keracunan makanan 

Konsumsi makanan melalui tangan yang terkontaminasi dapat menyebabkan keracunan makanan. Ini terjadi ketika seseorang tidak mencuci tangan setelah mengunjungi kamar mandi atau toilet umum. Perpindahan bakteri Salmonella dari toilet rumah tangga dapat membuat anggota keluarga lainnya sakit.

 

Sumber:  boldsky.com

Berita Lainnya