sun
moon
a l i n e a dot id
fakta data kata
logo alinea.id

KNKT jelaskan 3 penyebab kecelakaan bus

Salah satunya yang harus diperhatikan, yaitu kodisi para pengemudi. 

Indah Nawang Wulan
Indah Nawang Wulan Kamis, 18 Mar 2021 16:42 WIB
KNKT jelaskan 3 penyebab kecelakaan bus

Ketua Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) Soerjanto Tjahjono berharap agar semua pihak belajar dari peristiwa kecelakaan bus pada beberapa waktu lalu agar tidak ada kecelakaan yang sama. Kecelakaan maut bus pariwisata PO Sri Padma di Tanjakan Cae, Wado, Kabupaten Sumedang,Sumedang, Rabu (10/3). Korban meninggal mencapai 30 orang.

Agar kecelakaan tak berulang, kata Soerjanto, salah satunya yang harus diperhatikan adalah kodisi para pengemudi. Ia berbagi cerita bahwa para pengemudi bus kerap hanya mendapatkan waktu istirahat saat sedang sakit atau ada keluarga yang meninggal.

"Untuk diketahui, kualitas istirahat yang kurang baik bisa memengaruhi kesehatan tubuh,' kata dia dalam webinar, Kamis (18/3).

Selain itu, dia menyebutkan minimnya pelatihan saat menggunakan kendaraan baru, juga dapat menjadi faktor penyebab kecelakaan bus. Oleh karena itu, dia berharap para operator bus, pemerintah daerah, dan tempat-tempat wisata, bekerja sama menyediakan lokasi istirahat layak bagi pengemudi angkutan darat.

Investigator Senior KNKT Achmad Wildan menambahkan, jika terjadi kecelakaan atau risiko yang dikenali pada bus, ada baiknya segera melakukan identifikasi.

"Biasanya penyebab kecelakaan terutama kebakaran bus listrik akibat dari  perilaku manusia, peristiwa alam, atau instalasi kelistrikannya," kata dia.

Terkait instalasi kelistrikan, Wildan menyebutkan, dalam memodifikasi mesin atau aspek lainnya memerlukan wiring diagram. Keberadaan wiring diagram dapat menjamin keselamatan kendaraan tersebut, sekaligus menjadi pedoman saat melakukan modifikasi, pemeliharaan dan perbaikan. 

Sementara, Bodymaker Department Head PT Hino Motor Sales Indonesia (HMSI) Heri Komala, memberikan tips penempatan kabel yang sesuai untuk mengurangi kecelakaan bus. Di antaranya, pastikan kabel tidak tertekan dan tidak tertusuk, berikan name plate supaya mencegah salah operasi. 

Sponsored

"Selain itu, gunakan socket untuk mengurangi  kekeliruan dalam pemasangan kabel plus-minus. Gunakan grommet jika kabel melewati panel. Jangan dipasang sejajar dengan pipa agar tidak memuai ataupun mudah terbakar. Mencegah kendur dengan menggunakan jarak minimum (misal, 300-500mm), dan perhatikan jenis kabel," papar dia  
 

Berita Lainnya