sun
moon
a l i n e a dot id
fakta data kata
logo alinea.id

Terjadi perubahan tren wisata di tengah pandemik Covid-19

Pemerintah telah melakukan adaptasi seperti penerapan protokol kesehatan yang ketat dan standard operating procedure (SOP).

Valerie Dante
Valerie Dante Sabtu, 26 Sep 2020 17:14 WIB
Terjadi perubahan tren wisata di tengah pandemik Covid-19
Informasi mutakhir perkembangan Covid-19 di Indonesia bisa dilihat di sini
Terinfeksi 410.088
Dirawat 58.418
Meninggal 13.869
Sembuh 337.801

Pemerintah mencatat adanya perubahan tren wisata di tengah pandemik Covid-19. Para pelancong lokal kini lebih fokus pada wisata domestik dan wisata yang tidak melibatkan banyak orang atau nonmass tourism.

"Di tengah kondisi seperti sekarang, orang-orang jadi jauh lebih peka dengan kebersihan, kesehatan, dan keamanan," jelas Direktur Pemanfaatan Jasa Lingkungan Hutan Konservasi (PJLHK) di Ditjen Konservasi Sumber Daya Alam dan Ekosistem Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) Nandang Prihadi, dalam webinar Pendidikan Indonesia pada Sabtu (26/9).

"Masyarakat lebih sadar dalam membatasi jarak," ujarnya. "Mereka kini mencari wisata yang berkualitas, bukan turisme massal," tambah dia

Untuk menanggapi perubahan dalam tren berwisata ini, pemerintah telah melakukan adaptasi seperti penerapan protokol kesehatan yang ketat dan standard operating procedure (SOP) khusus untuk kunjungan ke tempat-tempat wisata.

Pada awalnya KLHK memutuskan untuk menutup kawasan konservasi untuk kegiatan-kegiatan wisata alam demi mencegah penyebaran Covid-19.

"Langkah ini dilakukan tentunya untuk mengurangi mobilitas, menghindari kerumunan, serta mencegah terjadinya penyebaran massal," sebut dia.

Sebelumnya, Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf) mengaku terus mendorong para pelaku dan penyelenggara kegiatan (event) mempersiapkan strategi untuk menghadapi perubahan tren baru dalam berwisata sekaligus bersiap menghadapi proyeksi lonjakan kinerja pariwisata pascapandemi Covid-19.

Deputi Bidang Pemasaran (Kemenparekraf) Nia Niscaya saat diskusi virtual Indonesia Professional Organizer Society (IPOS) BAKUSAPA B2B Virtual Forum, Rabu (29/4) menjelaskan, pascapandemi Covid-19, diperkirakan terjadi paradigma dan tren berwisata baru yang lebih mengarah pada kesehatan dan kenyamanan pada berbagai sektor. Mulai dari atraksi, akomodasi, preferensi produk, transportasi, hingga label higienis.

Sponsored

“Seperti dari sisi atraksi, wisatawan akan lebih memilih dan fokus pada atraksi wisata yang memerhatikan physical distancing atau social distancing serta memerhatikan kapasitas daya tampung. Di Italia sudah melakukan bagaimana penerapan social distancing di area pantai,” kata Nia Niscaya.

Kemudian dari sisi transportasi, umumnya sebelum wabah terjadi wisatawan tidak terlalu memerhatikan jumlah, lama transit, harga penerbangan, hingga harga penyeberangan menggunakan ferry. Namun pascapandemi diprediksi terdapat perubahan, wisatawan akan lebih memerhatikan waktu lama transit dan jika perlu penerbangan langsung.

Berita Lainnya