sun
moon
a l i n e a dot id
fakta data kata
logo alinea.id

Nama baru varian Sars-Cov-2

World Health Organization (WHO) mengumumkan penyederhanaan nama untuk varian-varian baru Sars-Cov-2 pada akhir Mei 2021.

Christian D Simbolon
Christian D Simbolon Selasa, 15 Jun 2021 10:37 WIB
Nama baru varian Sars-Cov-2

World Health Organization (WHO) mengumumkan penyederhanaan nama untuk varian-varian baru Sars-Cov-2 pada akhir Mei 2021. Jika sebelumnya menggunakan gabungan huruf dan angka, kini varian-varian baru itu dilabeli dengan alfabet Yunani. 

Varian-varian baru yang tergolong lebih berbahaya (varian of concern/VoC) semisal varian B117 yang pertama terdeteksi di Kent, Inggris dan varian  B1351 yang berkembang di Afrika Selatan kini berturut-turut bernama varian alpha dan beta.  Varian P1 (Brasil) saat ini dilabeli varian gamma dan varian B16172 (India) bernama delta.

"Label ini dipilih setelah konsultasi panjang dan mengulas berbagai sistem penamaan. WHO membahasnya bersama kelompok-kelompok pakar dari seluruh dunia, termasuk di antaranya pakar yang menyusun sistem penamaan virus saat ini, pakar nomenklatur dan taksonomi virus, peneliti dan pejabat pemerintah," tulis WHO di situs resminya. 

Varian of interest (VoI) semisal B.1427 yang pertama kali terdeteksi di Amerika Serikat pada Maret 2020 dan varian P.2 berkembang di Brasil sejak April 2020 kini berturut-turut dinamai varian Epsilon dan Zeta. Varian-varian ini umumnya varian baru yang melahirkan klaster-klaster penularan, tapi tak memperparah kondisi pasien yang terjangkit. 
 

Sponsored

Infografik Alinea.id/MT Fadillah

 

Berita Lainnya