sun
moon
logo alinea.id logo alinea.id

Data pemilih bocor, Kemendagri: Server kami aman

KPU sudah diminta mengganti NIK dan KK diganti dengan bintang sejak 2014.

Fadli Mubarok
Fadli Mubarok Jumat, 22 Mei 2020 21:40 WIB
Data pemilih bocor, Kemendagri: Server kami aman
Informasi mutakhir perkembangan Covid-19 di Indonesia bisa dilihat di sini
Terinfeksi 23851
Dirawat 16321
Meninggal 1473
Sembuh 6057

Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) mengklaim, tidak ada kebocoran data kependudukan dalam sistemnya menyusul beredarnya kabar peretasan data pemilih tetap Pemilihan Umum (Pemilu) 2014.

Tugas utama instansinya dalam pemilu, terang Direktur Jenderal Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dukcapil) Kemendagri, Zudan Arif Fakrullah, sekadar memberikan Daftar Penduduk Potensi Pemilihan (DP4) kepada Komisi Pemilihan Umum (KPU).

"Sejak penyerahan DP4, Dukcapil Kemendagri meminta KPU berkomitmen mengelola data dengan menjaga kerahasiaan data pribadi," ujarnya melalui pesan tertulis, Jumat (22/5).

Sejak 2014, sambung dia, Dukcapil telah meminta KPU mengganti nomor induk kependudukan (NIK) dan kartu keluarga (KK) diganti dengan tanda bintang. Disembunyikan agar tak disalahgunakan untuk pendaftaran kartu seluler prabayar dan pembuatan kartu tanda penduduk elektronik (KTP el) palsu.

Zudan pun memastikan, server Dukcapil Kemendagri aman terkendali. Dari pusat data, log, dan lalu lintas (traffic) diklaim tak bermasalah.

Seorang peretas sebelumnya mengklaim, telah membobol 2,3 juta data warga negara Indonesia (WNI) dari KPU. Informasi disampaikan akun Twitter @underthebreach, sempat mengabarkan kebocoran data Tokopedia pada awal Mei.

 

Sponsored
— Under the Breach (@underthebreach) May 21, 2020

"Aktor (peretas) membocorkan informasi 2.300.000 warga Indonesia. Data itu termasuk nama, alamat, nomor ID, tanggal lahir, dan lainnya," kicau @underthebreach.

Akun ini juga menyebutkan, data tampaknya tahun 2013. Peretas pun mengklaim bakal membocorkan 200 juta data lainnya.

Berita Lainnya