logo alinea.id logo alinea.id

Datangi massa aksi, Neno Warisman: Ayo kita bersholawat

Neno disambut takbir serta tepuk tangan oleh massa sekaligus teriakan penyemangat.

Kudus Purnomo Wahidin
Kudus Purnomo Wahidin Rabu, 22 Mei 2019 20:34 WIB
Datangi massa aksi, Neno Warisman: Ayo kita bersholawat

Wakil Ketua Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo Subianto-Sandiaga Uno, Neno Warisman, mengajak para demonstran yang tengah melakukan aksi di depan Gedung Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) untuk melatunkan sholawat guna meredam suasana yang semakin panas.

Neno menyarankan agar para demonstran lebih baik bermunajat dan melatunkan sholawat. “Mari kita bermunajat, ayo kita bersholawat,” kata Neno di depan Gedung Bawaslu, Rabu(22/5).

Lebih lanjut, Neno mengatakan, untuk kali kedua dirinya bertemu dengan massa aksi di depan Gedung Bawaslu. Dia menyebut, massa aksi yang turut berdemonstrasi pada hari ini, Rabu (22/5) lebih besar ketimbang Senin, (21/5) lalu.

"Kedua kali kita bertemu dengan jumlah yang sangat besar kali ini, pasti Insya Allah para malaikat bisa melihat isi hatimu yang bersih," kata Neno.

Neno diketahui hadir sekitar pukul 19.35 WIB. Ia disambut takbir serta tepuk tangan oleh massa sekaligus teriakan penyemangat. Menurut Neno, fakta yang ia saksikan di hadapannya secara langsung saat ini sangat berbeda dengan berbagai kabar yang memberitakan terkait aksi massa itu.

"Sangat berbeda dengan yang dikabarkan, saudara-saudaraku di sini hanya menginginkan keadilan," ujarnya lagi.

Neno berharap kehadiran massa yang cukup banyak dan berasal dari berbagai daerah di Indonesia ini bisa didengarkan pendapatnya oleh pihak Bawaslu selaku pengawas penyelenggara pemilu.

"Karena itu, kita jauh-jauh datang untuk mengisi Ramadan ini dengan munajat kepada Allah," kata Neno.

Sponsored

Selain Neno Warisman,  Wakil Ketua Umum Partai Gerindra, Fadli Zon, meminta kepada para pendukung calon presiden nomor urut 02, Prabowo-Sandi untuk tidak terprovokasi terhadap tindakan yang menjurus kepada kekerasan. Pasalnya, Prabowo-Sandi telah memutuskan untuk mengambil langkah secara konstitusional dengan menempuh jalur Mahkamah Konstitusi (MK).

“Tidak ada yang boleh menggunakan kekerasan. Kita jangan sampai terprovokasi,” kata fadli Zon.

Selain itu, Fadli juga meminta kepada para aparat keamanan untuk tidak bertindak represif terhadap para demonstran. "Jadi para aparat keamanan juga saya ingtakan jangan melakukan tindakan kekerasan lagi," kata Fadli. 

Sekadar informasi, sampai saat ini para demonstran masih melakukan tindakan anarkis dengan melempari petugas dengan berbagai benda tumpul. Bahkan ada yang melempar bom molotov ke arah petugas.