logo alinea.id logo alinea.id

Dewan Pengawas BPJS Ketenagakerjaan kecewa dituduh lindungi pemerkosa

Kasus pemerkosaan tidak mempengaruhi kinerja BPJS Ketenagakerjaan.

Achmad Al Fiqri
Achmad Al Fiqri Jumat, 11 Jan 2019 21:11 WIB
Dewan Pengawas BPJS Ketenagakerjaan kecewa dituduh lindungi pemerkosa

Ketua Dewan Pengawas BPJS Ketenagakerjaan, Guntur Witjaksono, merasa kecewa pihaknya dituduh melindungi terdua pelaku pemerkosaan berinisial SAB terhadap korban yang merupakan mantan Tenaga Kontrak Asisten Ahli Dewan Pengawas Badan Penyelenggara Jaminan Sosial Ketenagakerjaan (BPJS TK), RA.

“Terkait kasus ini, kami merasa kecewa dan menyesalkan kami dituduh melindungi terduga pencabulan itu. Sekarang kami mendukung dan mendorong proses hukum ini agar dapat cepat selesai, dan mayarakat dapat mengetahui apa yang sebenarnya terjadi," kata Guntur saat konfrensi persnya di Jakarta pada Jumat (11/1).

Selain itu, dia menyayangkan tudingan tata kelola Dewan Pengawas BPJS Ketenagakerjaan yang dianggap buruk lantaran adanya kewenangan yang tumpang tindih. Tudingan itu muncul karena dewan pengawas disebut bisa secara langsung merekrut stafnya sendiri. 

“Selama ini kami dapat predikat baik karena kegiatan operasional organ BPJS-TK setiap tahun diaudit oleh lembaga pengawas keuangan seperti OJK, BPK, dan KAP. Juga monitoring dan evaluasi oleh DJSN," ujar Guntur.

Karena itu, Guntur mengimbau ke sejumlah pihak untuk tidak menggulirkan kasus ini sebagai isu politis. Apalagi tahun ini sudah memasuki tahun politik dan kareanya segala hal dapat dipolitisasi.

“Saya harap hal ini tidak dimanfaatkan untuk menjatuhkan kredibilitas BPJS-TK sebagai badan hukum publik yang profesional,” ujar Guntur.

Meski dirundung perkara tudingan pemerkosaan, Guntur memastikan, tidak mempengaruhi layanan BPJS Ketenagakerjaan. Deputi Direktur Humas BPJS-TK, Irvansyah Utoh Banja, mengatakan kasus tersebut sama sekali tidak berdampak terhadap kinerja BPJS Ketenagakerjaan. Bahkan, terlihat jumlah kepersertaan BPJS Ketenagakerjaan pada 2018 melampaui target.

"Kepersetaan di tahun 2018 itu 29,6 juta, realisasinya 30,5 juta. Total kepersetaan di tahun 2018 sebesar 50 juta. Jadi kita melampaui target," ucap Irvansyah. 

Sponsored

Lebih lanjut, ketika ditanya soal target tahun 2019, Irvansyah enggan menjelaskannya lebih jauh. Dia mengatakan, pihaknya akan mengumumkan target kepersetaan dan investasi tahun ini pada akhir bulan Januari mendatang.