sun
moon
a l i n e a dot id
fakta data kata
logo alinea.id

Komnas Perempuan: Rezim Jokowi bercorak Orba

Konsentrasi terhadap pertumbuhan ekonomi menyebabkan perempuan dan kelompok rentan lainnya mudah tersingkirkan.

Manda Firmansyah
Manda Firmansyah Minggu, 13 Des 2020 15:15 WIB
Komnas Perempuan: Rezim Jokowi bercorak Orba

Komisioner Komisi Nasional Anti Kekerasan terhadap Perempuan (Komnas Perempuan), Bahrul Fuad menyebut, penanganan Covid-19 di Indonesia cenderung mengedepankan maskulinitas. Nuansa militerisme dalam penanganan pandemi dapat ditilik dari latar belakang pejabat Satuan Tugas (Satgas) Penanganan Covid-19.

"Penyelesaian Covid-19 ini cenderung lebih maskulin. Kami lihat para pejabat Satgas Covid-19 banyak didominasi oleh militer, sehingga penyelesaian-penyelesaiannya secara militeristik," ucap Bahrul dalam diskusi virtual, Minggu (1/12).

Penanganan Covid-19 di Indonesia yang terkesan militeristik menyebabkan peningkatan angka kekerasan secara langsung maupun tidak terhadap perempuan. Komnas Perempuan menyayangkan pelibatan militer dalam penanganan pandemi.

"Penanganan Covid-19 ini bisa diselesaikan dengan mengedepankan cara-cara feminim dengan mengambil peran perempuan lebih banyak. Tetapi pada kenyataannya ini banyak didominasi militer dalam penyelesaiannya," tutur Bahrul.

Ironisnya, pandemi Covid-19 melipatgandakan kerentanan perempuan sebagai korban kekerasan. Misalnya, kasus masyarakat adat Pubabu, Desa Linamnutu, Kecamatan Amanuban Selatan, Kabupaten Timor Tengah Selatan, Nusa Tenggara Timur (NTT). 

Kemudian, ketidakadilan terkait pengecualian dalam daftar penerima paket bantuan sosial (bansos) Covid-19. Karena para perempuan terus melawan ketika tergusur proyek strategis nasional Makassar New Port.

Ia mengkritik pembangunan era rezim Presiden Jokowi saat ini yang masih menunjukkan corak Orde Baru (Orba). Rezim Jokowi saat ini, kata dia, masih mengutamakan pendekatan pertumbuhan ekonomi, alih-alih pemerataan. 

Konsentrasi terhadap pertumbuhan ekonomi menyebabkan perempuan dan kelompok rentan lainnya mudah tersingkirkan.

Sponsored

Lahan pertanian di perdesaan banyak beralih fungsi menjadi perumahan atau industri. Padahal, Indonesia berkultur masyarakat agraris. Peran perempuan dalam kultur masyarakat agraris yang signifikan pun tidak mendapatkan tempat semestinya dalam lingkungan industri. 

"Ketika beralih ke masyarakat industrial, maka perempuan menjadi masyarakat kedua, karena perempuan dianggap kurang produktif, ini berimbas juga pada penyandang disabilitas," ucapnya.

Berita Lainnya
×
tekid