sun
moon
logo alinea.id logo alinea.id

KPK menilai Sofyan Basir masih kooperatif

KPK menilai Sofyan Basir tidak berperilaku yang mengindikasikan sikap tak kooperatif.

Gema Trisna Yudha
Gema Trisna Yudha Rabu, 24 Apr 2019 19:01 WIB
KPK menilai Sofyan Basir masih kooperatif
Informasi mutakhir perkembangan Covid-19 di Indonesia bisa dilihat di sini
Terinfeksi 1790
Dirawat 1508
Meninggal 170
Sembuh 112

Kepala Biro Humas Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Febri Diansyah menyatakan Direktur Utama PT PLN (Persero) Sofyan Basir, hingga saat ini tidak menunjukkan indikasi berperilaku tak kooperatif. Termasuk soal keberadaannya saat ini yang tengah berada di Prancis.

"Sejauh ini tidak ada indikasi tidak kooperatif, apalagi KPK kan sudah mengimbau kemarin agar ketika tersangka atau saksi dipanggil dapat hadir dan pihak PLN juga sudah menyampaikan akan kooperatif," kata Febri di Jakarta, Rabu (24/4).

Sofyan telah ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus kesepakatan kontrak kerja sama pembangunan PLTU Riau-1. Menurut Febri, penyidik belum menginformasikan waktu pemeriksaan terhadap Sofyan.

"Jadi, nanti jika dibutuhkan dalam penyidikan maka akan dipanggil. Waktunya kapan, itu bergantung jadwal dari penyidik," ucap Febri.

Meski demikian, penyidik KPK hari ini telah memanggil seorang saksi yang berhubungan dengan Sofyan. Saksi tersebut adalah Tahta Maharaya yang merupakan pegawai pemerintah non PNS pada DPR RI, sekaligus keponakan anggota Komisi VII DPR RI dari Fraksi Partai Golkar nonaktif Eni Maulani Saragih, yang juga berstatus tersangka dalam kasus ini.

Pengacara Sofyan Basir, Soesilo Aribowo, menyatakan kliennya saat ini sedang berada di Prancis untuk urusan pekerjaan. Menurutnya, Sofyan akan kembali ke Indonesia pada akhir pekan ini.

Wakil Ketua KPK Saut Situmorang menyatakan lembaganya telah mengirimkan Surat Pemberitahuan Dimulainya Penyidikan (SPDP) ke rumah Sofyan. Dia pun meminta agar Sofyan dan pihak lain yang dipanggil KPK dalam pengusutan kasus ini dapat bersikap kooperatif.

"Kami ingatkan pada tersangka dan saksi yang akan dipanggil agar bersikap kooperatif dan membuka informasi yang diketahui secara benar," ucap Saut. (Ant)

Sponsored
Berita Lainnya