sun
moon
a l i n e a dot id
fakta data kata
logo alinea.id

Pemkot Surabaya lacak penularan Covid-19 di acara pelantikan kepala sekolah

Pemkot Surabaya sudah mengirim surat ke BKD dan Dinas Pendidikan Pemprov Jatim, untuk meminta data peserta pelantikan.

Achmad Rizki
Achmad Rizki Rabu, 03 Jun 2020 11:44 WIB
Pemkot Surabaya lacak penularan Covid-19 di acara pelantikan kepala sekolah
Informasi mutakhir perkembangan Covid-19 di Indonesia bisa dilihat di sini
Terinfeksi 406.945
Dirawat 58.868
Meninggal 13.782
Sembuh 334.295

Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya melacak penyebaran virus SARS-CoV-2 dalam pelantikan kepala dan pengawas sekolah menengah atas (SMA) se-Jawa Timur. Acara tersebut, diselenggarakan di Kantor Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Jawa Timur (Jatim) di Kota Surabaya pada 20 Mei 2020.

Wakil Sekretaris Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19, Kota Surabaya, Irvan Widyanto mengatakan, Pemkot Surabaya sudah mengirim surat ke BKD dan Dinas Pendidikan Pemprov Jatim, untuk meminta data peserta pelantikan kepala sekolah dan pengawas SMA yang menghadiri acara tersebut. "Permintaan data itu, untuk kepentingan tracing dan langkah antisipasi," kata Irvan Widyanto, di Surabaya, Rabu (3/6).

Lewat surat bernomor 420/4479/436.8.4/2020 tertanggal 2 Juni 2020, Gugus Tugas Penanganan Covid-19 Surabaya, meminta data nama dan alamat semua orang yang terlibat dalam acara pelantikan kepala dan pengawas SMA se-Jawa Timur pada 20 Mei 2020, ke BKD dan dinas pendidikan.

"Ibu wali kota, kan gencar melakukan tracing. Ketika, ada pemberitaan dan video viral di media sosial, ditambah ada pemberitaan di media yang mana di situ diduga ada pelanggaran protokol kesehatan, maka kami mau tanyakan siapa saja yang terlibat," kata Irvan. "Apalagi ini lokasi acaranya di Kota Surabaya," ia menambahkan.

Sponsored

Kepala Dinas Pendidikan Jatim, Wahid Wahyudi, sebelumnya mengatakan bahwa dinas sudah meminta seluruh peserta pelantikan pengawas dan kepala sekolah menjalani pemeriksaan Covid-19, setelah beredar kabar mengenai dua peserta pelantikan yang diduga tertular coronavirus.

Satu dari peserta pelantikan dengan KTP Jombang yang berasal dari Mojokerto, meninggal dunia dan sudah dimakamkan di Jombang. Satu peserta pelantikan yang lain masih menjalani perawatan di RSUD Kota Mojokerto. (Ant)

Berita Lainnya