sun
moon
a l i n e a dot id
fakta data kata
logo alinea.id

Norwegia berhenti gunakan vaksin AstraZeneca

Baik regulator obat di Eropa maupun Inggris menyatakan bahwa mereka menemukan hubungan antara vaksin AstraZeneca dan kasus pembekuan darah.

Valerie Dante
Valerie Dante Kamis, 13 Mei 2021 16:34 WIB
Norwegia berhenti gunakan vaksin AstraZeneca

Norwegia akan sepenuhnya menghentikan penggunaan vaksin Covid-19 milik AstraZeneca untuk program vaksinasi nasional mereka.

Keputusan tersebut diambil sebagai langkah pencegahan terhadap risiko pembekuan darah atau trombosis yang dilaporkan terjadi pada sejumlah penerima vaksin AstraZeneca.

"Pemerintah telah memutuskan bahwa vaksin AstraZeneca tidak akan digunakan di Norwegia, bahkan tidak secara sukarela," kata Perdana Menteri Erna Solberg dalam konferensi pers pada Rabu (12/5).

Sementara itu, Solberg mengatakan bahwa vaksin Johnson & Johnson akan tetap ditahan dan mungkin ditawarkan secara sukarela. 

Pemerintah juga memutuskan untuk mulai memvaksinasi orang dewasa yang berusia muda lebih cepat, serta mempertimbangkan untuk mendistribusikan lebih banyak dosis vaksin ke kota-kota dengan tingkat infeksi tertinggi.

Bulan lalu, pemerintah Norwegia memerintahkan komite ahli untuk memeriksa konsekuensi dari vaksin AstraZeneca dan Johnson & Johnson. Hal ini terjadi setelah Institut Kesehatan Masyarakat Norwegia mengatakan, vaksin AstraZeneca seharusnya tidak digunakan karena hubungannya dengan insiden langka dan serius dari rendahnya trombosit, pembekuan darah, serta pendarahan. 

Baik regulator obat di Eropa maupun Inggris menyatakan bahwa mereka menemukan hubungan antara vaksin AstraZeneca dan kasus pembekuan darah, tetapi manfaatnya masih lebih besar daripada risikonya. 

Sebagian besar negara Eropa Barat telah membatasi penggunaan vaksin tersebut bagi orang tua, sementara negara-negara Eropa Timur sebagian besar telah kembali menggunakan vaksin AstraZeneca tanpa batasan. 

Sponsored

Selain Norwegia, Denmark juga telah menghentikan penggunaan vaksin AstraZeneca dari program vaksinasi nasional mereka.

Norwegia awalnya menangguhkan AstraZeneca pada 11 Maret, setelah laporan pembekuan darah di sejumlah negara. Kemudian otoritas kesehatan nasional memulai penyelidikan mereka sendiri menyusul serentetan kematian lokal terkait dengan vaksin tersebut. 

Sebuah penelitian terpisah di Norwegia menemukan bahwa gumpalan darah berasal dari sindrom yang disebabkan oleh vaksin AstraZeneca.

Pemerintah Norwegia mengklaim bahwa menghentikan penggunaan AstraZeneca tidak akan menimbulkan rintangan yang berarti dalam program vaksinasi mereka.

Berita Lainnya