logo alinea.id logo alinea.id

Polda DIY kerahkan sepertiga kekuatan saat pelantikan presiden

Selain Yogyakarta, Polresta Denpasar juga mengerahkan ribuan personelnya saat pelantikan presiden.

Ayu mumpuni
Ayu mumpuni Rabu, 09 Okt 2019 18:15 WIB
Polda DIY kerahkan sepertiga kekuatan saat pelantikan presiden

Kepala Bidang Hubungan Masyarakat Polda Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), Kombes Pol Yulianto, mengatakan pihaknya bakal mengerahkan sepertiga kekuatan Polda DIY pada saat pelantikan presiden pada 20 Oktobr 2019. Namun demikian, tak disebutkan angka pasti dari sepertiga kekuatan yang dimaksud tersebut.
 
“Kami akan mengerahkan sepertiga kekuatan dari jumlah 27.000 personel yang dikerahkan Polri,” kata Yulianto di Yogyakarta pada Rabu (9/10).

Yulianto menuturkan, jelang pelantikan presiden dan wakil presiden sampai saat ini kondisi di Yogyakarta masih terbilang kondusif. Walau begitu, pengerahan ribuan personel ini bertujuan untuk mengamankan tempat-tempat di Yogyakarta yang dianggap vital. 

“Pola pengamanan akan menjaga objek-objek vital di Jogja. Diharapkan menjelang hingga dilaksanakannya pelantikan presiden, situasi bisa berlangsung aman dan damai,” ucap dia.

Adapun objek-objek vital di Yogyakarta yang dimaksud, kata Yulianto, antara lain gedung agung, kantor DPRD, kantor KPU (Komisi Pemilihan Umum) dan Bawaslu (Badan Pengawas Pemilu) Yogyakarta. “Lokasi-lokasi tersebut akan terus dipantau. Patroli juga terus dilakukan,” tuturnya.

Lebih lanjut, Yulianto mengatakan, jelang pelantikan presiden dan wakil presiden pada 20 Oktober mendatang, Polda DIY belum menerima izin terkait aksi unjuk rasa yang bakal dilakukan oleh seluruh elemen mahasiswa. 

Dia meyakini kondisi keamanan dan ketertiban di Yogyakarta jelang pelantikan presiden aman terkendali. Kendati demikian aparat keamanan tetap mewaspadai adanya berbagai kegiatan yang berupaya mengganggu pelantikan.

"Sementara untuk di Jogja yang katakanlah minta izin melakukan demo sampai tanggal itu belum ada pemberitahuan," kata Yulianto.

Tak hanya di Yogyakarta, Polresta Denpasar, Bali, juga akan menurunkan 1.624 personel polisi dari polresta dan polsek menjelang pelaksanaan pelantikan presiden dan wakil presiden RI periode 2019-2024, pada (20/10) mendatang.

Sponsored

“Jadi ada 1.624 personel dalam pengamanan pelantikan presiden dan wakil presiden terpilih. Mulai dari mengecek anggota, lalu sarana dan prasarananya supaya kita siap mengamankan wilayah Denpasar khususnya," ujar Kapolresta Denpasar, Kombes Pol Ruddi Setiawan. 

Ruddi mengatakan, menjelang pelantikan mendatang, kondisi wilayah Denpasar masih terpantau kondusif. Namun untuk pengamanan tetap dilakukan dengan berpatroli dan juga sosialisasi kepada masyarakat. Tujuannya, guna mengantisipasi terjadinya kriminalitas 

Untuk lokasi yang diperketat pengamanannya yaitu wilayah pusat perbelanjaan, tempat-tempat yang dikunjungi wisatawan dan juga lalu lintas di sepanjang jalan.

Ruddi menjelaskan, beberapa hal yang perlu diantisipasi menjelang, saat dan setelah kegiatan pelantikan presiden dan wakil presiden terpilih, seperti upaya tindakan provokasi, propaganda oleh kelompok yang tidak suka terhadap pemerintah dalam pelaksanaan program dan kebijakan selama lima tahun lalu, baik secara langsung atau melalui media sosial, cetak maupun online.

Selain itu, pengamanan juga dilakukan terkait munculnya pergerakan mahasiswa atau pelajar yang berunjuk rasa berkaitan keinginan agar presiden mengeluarkan Perppu UU KPK hasil revisi oleh DPR RI, penolakan RKUHP dan beberapa RUU lainnya.

"Kita juga mengantisipasi pergerakan orang atau kelompok tertentu yang akan berangkat ke Jakarta melalui transportasi darat, laut dan udara, yang ingin menggagalkan pelantikan presiden dan wakil presiden terpilih," ucapnya.

Cara buzzer bekerja dan alarm bahaya di baliknya

Cara buzzer bekerja dan alarm bahaya di baliknya

Selasa, 15 Okt 2019 20:42 WIB
Riwayat Stasiun Gambir, dahulu jadi tumpuan

Riwayat Stasiun Gambir, dahulu jadi tumpuan

Senin, 14 Okt 2019 21:28 WIB
Denny Siregar: Saya bekerja tanpa komando

Denny Siregar: Saya bekerja tanpa komando

Sabtu, 12 Okt 2019 07:57 WIB