sun
moon
logo alinea.id logo alinea.id

Polri kerahkan 200 ribu personel amankan pilkada

Polri telah melakukan pemetaan kerawanan Pilkada 2020.

Ayu mumpuni
Ayu mumpuni Jumat, 31 Jan 2020 17:23 WIB
Polri kerahkan 200 ribu personel amankan pilkada
Informasi mutakhir perkembangan Covid-19 di Indonesia bisa dilihat di sini
Terinfeksi 23165
Dirawat 15870
Meninggal 1418
Sembuh 5877

Polri telah menyiapkan 200 ribu personel untuk mengamankan pemilihan kepala daerah (Pilkada) serentak pada September 2020. Ratusan ribu personel yang akan mengamankan 270 wilayah Pilkada serentak tersebut tergabung dalam Operasi Mantap Brata.

“Saat ini sudah disusun kekuatan oleh Polri, kurang lebih 200 ribu personel untuk mengamankan Pilkada di 270 wilayah,” kata Kepala Bagian Penerangan Umum Mabes Polri Kombes, Asep Adi Saputra, di Gedung Humas Polri, Jakarta Selatan, Jumat (31/1).

Menurut Asep, pembagian personel di 270 wilayah tersebut akan disesuaikan dengan tingkat kerawanannya yang masih dalam pembentukan.

“Setelah dianalisa kita akan menentukan bagaimana cara bertindaknya dan kekuatannya berapa saja yang akan diterjunkan,” ucap Asep.

Sebelumnya, Polri telah melakukan pemetaan kerawanan dalam Pilkada 2020. Hasilnya ada sembilan provinsi tergoolong rawan. 

Kapolri Jenderal Idham Azis merinci daerah tersebut, yakni Sulawesi Tengah dengan nilai kerawanan 55.72%, Sulawesi Utara 38.09%, Kalimantan Selatan 37.12%, Kepulauan Riau 34.58%, Sumatera Barat 27.57%, Bengkulu 25.06%, Kalimantan Utara 22.14%, Jambi 21.81%, dan Kalimantan Tengah 10.44%.

Menurut Idham, berdasarkan kota, kerawanan terjadi di Tomohon Sulawesi Utara dengan tingkat kerawanan 38.09%, Bitung Sulawesi Utara 37.12%, dan Tanggerang Selatan 34.58%. Dalam tiga kota tersebut, kerawanan yang paling tinggi berada pada dimensi peserta Pilkada.

Lebih lanjut berdasarkan kabupaten, kerawanan paling tinggi di Nabire Papua 80.37%, Timor Tengah Utara NTT 79.85%, Keerom Papua 78.52%, Manggarai Barat NTT 75.57%, Sumba Barat NTT 72.08%, Tojo Una-Una Sulteng 70.00%, dan Musi Rawas Utara Sumsel 67.28%. 

Sponsored
Berita Lainnya