sun
moon
logo alinea.id logo alinea.id

Roy Suryo sebut anggaran di Kemenpora rawan diselewengkan

Roy Suryo mengatakan prestasi Imam Nahrawi selama menjabat Menpora terbilang bagus.

Marselinus Gual
Marselinus Gual Kamis, 19 Sep 2019 15:45 WIB
Roy Suryo sebut anggaran di Kemenpora rawan diselewengkan

Politikus Partai Demokrat, Roy Suryo, mengaku prihatin dengan penetapan Menteri Pemuda dan Olahraga atau Menpora, Imam Nahrawi, sebagai tersangka kasus korupsi dana hibah untuk Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI). Roy menyebut anggaran di Kemenpora memang rawan diselewengkan. 

“Meskipun anggaran Kemenpora sebenarnya tidak terlalu besar. Zaman saya anggarannya hanya sekitar Rp1,7 triliun, sekarang jauh lebih besar. Tapi kalau kemudian ada event olahraga, misalnya ada Sea Games atau Asian Games itu tentu ada yang lain. Dan di situlah ada peluang muncul,” kata Roy saat ditemui di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Kamis (19/9).

Imam Nahrawi ditetapkan sebagai tersangka bersama asisten pribadinya, Miftahul Ulum, dalam pengembangan perkara suap penyaluran pembiayaan dengan skema bantuan pemerintah melalui Kemenpora pada KONI untuk Tahun Anggaran 2018.

Berdasarkan temuan KPK, Imam diduga menerima suap mencapai Rp26,5 miliar. Uang tersebut diduga digunakan untuk kepentingan pribadi Imam dan pihak Iain yang terkait.

Roy Suryo tak menampik jika pengelolaan dana KONI tersebut rawan dikorupsi. Ia bercerita, setelah menggantikan Andi Mallarangeng sebagai Menpora di era pemerintahan Susilo Bambang Yudhoyono (SBY), ada usulan agar dana tersebut dikelola atau diputar terlebih dahulu sebelum digunakan.

“Memang terus terang saja, banyak juga suara yang saya dengar. Saya dulu menggantikan Mas Andi. Katanya, ini menteri baru bego amat, kaya gitu. Sebenarnya (anggarannya) bisa diputar dulu, Pak, gitu..." ujar Roy Suryo yang mengaku tidak terjebak dengan rayuan itu.

Lebih lanjut, Roy Suryo mengatakan prestasi Imam Nahrawi selama menjabat Menpora terbilang bagus. Imam Nahrawi, kata dia, mampu membangkitkan prestasi olahraga di tanah air di tengah kemelut yang menimpa PSSI. “Jadi, sayang sekali dia harus terjebak dalam kasus ini,” ujarnya.

Karena itu, dia mengingatkan kepada Presiden Joko Widodo untuk memilih orang di dalam jajaran kabinetnya yang akan datang, bukan hanya sekadar muda. Tapi juga harus jujur dan pandai dalam mengelola anggaran. 

Sponsored

“Pesan saya ke Pak Presiden, dalam kabinet berikutnya bukan hanya sekadar muda, bukan hanya sekadar pintar olahraga dan pintar kepemudaan, tapi harus yang jujur dan bisa rinci betul dalam mengelola anggaran,” katanya.

Sementara politikus Partai Kebangkitan Bangsa (PKB), Marwan Dasopang, menyerahkan sepenuhnya kasus yang menjerat rekan partainya kepada KPK. Dia juga mengaku belum mengetahui PKB akan memberikan bantuan hukum atau tidak kepada Imam Nahrawi. "Saya tak tahu, saya juga belum ke DPP. Itu yang berhak DPP," kata Marwan.

Saat disinggug ada dugaan dana hibah KONI mengalir ke Muktamar PBNU di Jombang sebesar Rp300 juta, Marwan kembali mengaku tidak tahu . “Tak tahu saya, kalau itu enggak paham. Biarkan hukumlah yang membuktikan,” ujar Marwan.