sun
moon
a l i n e a dot id
fakta data kata
logo alinea.id

Sambo akui tidak lupa tindakan Brigadir Yosua kepada istrinya

Ferdy Sambo mengingatkan kematian Brigadir J tidak terlepas dari perbuatan terhadap istri dan keluarganya.

Immanuel Christian
Immanuel Christian Kamis, 04 Agst 2022 10:42 WIB
Sambo akui tidak lupa tindakan Brigadir Yosua kepada istrinya

Kadiv Propam Polri nonaktif, Irjen Ferdy Sambo mengaku tidak lupa atas perbuatan Brigadir Yosua (J) terhadap istrinya. Perbuatan itu diduga menjadi cikal bakal peristiwa penembakan terjadi di rumah dinasnya, kawasan Komplek Polri Duren Tiga.

Kendati demikian, Sambo tetap menyampaikan belasungkawa atas meninggalnya Brigadir Yosua. Kekuatan dan penghiburan diharapkan dapat selalu ada untuk keluarga.

"Saya menyampaikan bela sungkawa atas meninggalnya Brigadir yosua, semoga keluarga diberikan kekuatan, namun semua itu terlepas dari apa yang telah dilakukan Saudara Yosua kepada istri dan keluarga saya," kata Sambo di Bareskrim Polri, Kamis (4/8).

Permintaan maaf disampaikan jenderal bintang dua itu kepada institusi yang dicintainya, Polri. Maaf yang dihaturkannya tidak lepas dari kegaduhan di rumah dinas tersebut.

"Selanjutnya saya juga ingin menyampaikan permohonan maaf kepada institusi terkait peristiwa yang terjadi di rumah dinas saya di Duren Tiga," ujar Sambo.

Sebelumnya, Ketua Hutabarat Lawyers, Pheo Hutabarat, menyatakan. memiliki sejumlah bukti terkait kasus baku tembak di rumah dinas eks Kadiv Propam Polri, Irjen Ferdy Sambo, yang menewaskan Brigadir Nofriansyah Yosua Hutabarat atau Brigadir J. Bukti-bukti tersebut telah disampaikan kepada Menko Polhukam, Mahfud MD, ketika audiensi di Kantor Kemenko Polhukam, Jakarta Pusat, hari ini (Rabu, 3/8).

Salah satu bukti yang diserahkan terkait hasil visum yang disampaikan Kapolres Jakarta Selatan nonaktif, Kombes Budhi Herdi Susianto, pada 8 Juli lalu. Dalam hasil visum tersebut, kata Pheo, disebutkan hanya ada satu lubang bekas tembakan di tubuh Brigadir J.

"Di situ kita lihat, Pak Menteri (Mahfud MD) juga lihat, dua perkataan, bahwa di tubuh jenazah jasad adik saya hanya ditemukan satu lubang di dada. Pak Menteri geleng-geleng kepala, saya enggak tahu artinya apa," katanya kepada wartawan usai audiensi.

Sponsored

Pheo turut menyoroti perbedaan keterangan terkait tes PCR yang dilakukan Ferdy Sambo. Polisi mulanya menyebut Irjen Ferdy Sambo melakukan tes Covid-19 saat peristiwa baku tembak terjadi di kediamannya.

Berita Lainnya
×
tekid