Simpatisan Prabowo-Sandi keluhkan harga beras mahal

“Harga beras mahal, ada yang mati karena makan bekicot karena tak punya uang untuk beli beras.”

Simpatisan Prabowo-Sandi keluhkan harga beras mahal Calon Presiden Prabowo Subianto menyapa massa pendukungnya dari dalam mobil menuju Gedung Komisi Pemilihan Umum (KPU), di Jakarta, Jumat (10/8)/ Antara Foto

Seusai salat Jumat di Masjid Sunda Kelapa, Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto didampingi relawan langsung menuju Komisi Pemilihan Umum (KPU). 

Saat keluar dari masjid, calon presiden yang diusung oleh empat partai pendukung, yakni Partai Gerindra, PKS, PAN dan Partai Demokrat tersebut sempat terjadi dorong-dorongan oleh relawan.

Kemudian dilanjutkan menaiki mobil menuju KPU

Sementara itu, tak lama berselang Sandiaga Uno keluar dan langsung berjalan kaki menuju KPU. 

Dalam perjalanan, dia mengatakan optimistis akan dapat memenangkan Pilpres 2019 mendatang, terlebih Partai Demokrat besutan Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) turut memperkuat koalisi. 

"Ya Alhamdulilah akhirnya Partai Demokrat bergabung juga," katanya sambil berjalan kaki menuju KPU, Jakarta, Jumat (10/8).

Tampak juga dalam rombongan Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) dan Edi Baskoro Yudhoyono mendampingi pendaftaran yang akan dilakukan Prabowo - Sandiaga Uno. 

Mengkritik pemerintah

Setiba di gedung Komisi Pemilihan Umum (KPU), simpatisan Prabowo-Sandiaga mengeluhkan kondisi Indonesia di bawah pemerintahan Presiden Joko Widodo dan Wapres Jusuf Kalla.

Rombongan simpatisan yang dikoordinasikan oleh tiga mobil komando itu secara bergantian mengutarakan aspirasinya. Dari salah satu mobil komando Gerakan Laskar Pro 08, menuntut KPU untuk bersikap independen dalam pendaftaran capres-cawapres 2019. Salah satu protokol mengungkapkan ketidakinginannya pada prosesi pilpres 2004 lalu terulang kembali.

“Bapak ketua KPU pusat, kami minta agar KPU mengawal dengan baik prosesi ini jangan sampai kejadian 2004 terulang lagi,” ujarnya (8/9).

Perwakilan rombongan dari buruh Surabaya yang mengikuti long march mengantarkan Prabowo-Sandiaga juga membicarakan harapannya.

Seorang perempuan berkerudung memimpin orasi dari mobil protokol. Sebagai perwakilan kaum buruh dari Surabaya, dia mengeluh soal kondisi ekonomi.

“Harga beras mahal, ada yang mati karena makan bekicot karena tak punya uang untuk beli beras,” paparnya.

Menurutnya, keputusan memilih Prabowo-Sandiaga menjadi solusi atas segala polemik perekonomian saat ini. Tak lupa mereka juga meneriakkan tentang harapannya terhadap pasangan capres-cawapres yang didukung agar dapat menjadi pemimpin yang tak suka berbohong.

Disinggung pula mengenai pemenjaraan para ulama yang diyakimi tidak akan dilakukan Prabowo-Sandi saat menempati kursi nomor satu di negara ini. Dengan sangat lantang, mereka berulangkali memekikkan, "2019 ganti presiden".


Berita Terkait