sun
moon
a l i n e a dot id
fakta data kata
logo alinea.id

Tolak RUU HIP, massa PA 212 dan FPI aksi di depan gedung DPR

Mereka menolak dan meminta agar RUU HIP segera dikeluarkan dari program legislasi nasional (Proglegnas) prioritas.

Fadli Mubarok
Fadli Mubarok Rabu, 24 Jun 2020 13:56 WIB
Tolak RUU HIP, massa PA 212 dan FPI aksi di depan gedung DPR
Informasi mutakhir perkembangan Covid-19 di Indonesia bisa dilihat di sini
Terinfeksi 115056
Dirawat 37618
Meninggal 5388
Sembuh 72050

Massa Persaudaraan Alumni (PA) 212 dan FPI melangsungkan aksi di depan gedung MPR/DPR. Mereka menolak dan meminta agar RUU HIP segera dikeluarkan dari program legislasi nasional (Proglegnas) prioritas.

Pantauan Alinea.id, massa sudah memadati sekitaran jalan Gatot Soebroto, Jakarta Pusat pukul 13.00 WIB. Mereka kompak menggunakan atribut pakaian muslim dan membawa bendera tauhid, serta bendera Merah Putih. 

Aksi yang bertajuk 'Selamatkan NKRI dan Pancasila dari Komunisme' dimulai dengan pembacaan lantunan ayat suci Alquran. Setelah itu, orator juga mengimbau agar massa tetap menjaga protokol kesehatan.

"Harap tetap menjaga jarak dan memakai masker," terang salah satu orator dari atas mobil komando di Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta Pusat, Rabu (24/6).

Dalam sambutannya, orator aksi menyebut siapapun pihak yang mengusulkan RUU HIP adalah pengkhianat bangsa. Oleh sebab itu, ia mengajak untuk melawan segala inisiatif itu dengan tetap melangsungkan aksi hingga DPR mencabutnya dari proglegnas.

Turut hadir dalam aksi ini beberapa tokoh PA 212, seperti Ketua Pa 212 Slamet Maarif, Ketua GNPF Ulama Yusuf Martak, Sastrawan senior Taufik Ismail dan beberapa tokoh lain.

Sementara itu terkait arus lalu lintas, Kasat Lantas polres Metro Jakarta Pusat, Kompol Lilik Sumardji menyebut, masih berjalan normal. Pengamanan bersiifat situasional. Jika nantinya terjadi kepadatan, maka aparat yang bertugas akan menerapkan pengalihan arus lalu lintas.

"Ada penyampaian pendapat. Untuk sementara berjumlah 300-400 orang. Sementara arus lalu lintas normal. Kita lihat situasinya. Kalau memang benar-benar padat kita alihkan. Sekarang jalur seperti biasa termasuk busway maupun tol," kata Lilik.
   

Sponsored
Berita Lainnya