logo alinea.id logo alinea.id

Ketua ISNU imbau elite politik sudahi gerakan di luar demokrasi

Ali mengharapkan agar semua pihak dapat lebih bersabar dalam menanti hasil akhir penghitungan suara.

Soraya Novika
Soraya Novika Minggu, 12 Mei 2019 00:00 WIB
Ketua ISNU imbau elite politik sudahi gerakan di luar demokrasi

Ketua Umum Ikatan Sarjana Nahdlatul Ulama (ISNU) Ali Masykur Musa mengimbau para elite politik untuk dapat mengajak para pendukungnya menyudahi gerakan-gerakan di luar kesepakatan berdemokrasi.

"Semua pihak harus berbesar hati dan jangan menjadi tokoh yang mengompori rakyat. Rakyat kan juga sudah bosan dengan hiruk pikuk kampanye yang begitu panjang, dan sekarang juga sudah hampir selesai,” kata Ali dalam acara Tasyakuran Kebangsaan dan Buka Bersama yang dihelat ISNU di Pendopo Graha Alam Indah, Jakarta Timur, Sabtu (11/5).

Menurutnya, bila ada tuduhan kecurangan, lakukan melalui mekanisme hukum. Hal itu, menurutnya, merupakan mekanisme yang paling baik.

“Sehingga yang namanya people power maupun people fight itu harus disudahi dan serahkan mekanisme hukum," ujar Ali.

Ali mengharapkan agar semua pihak dapat lebih bersabar dalam menanti hasil akhir penghitungan suara, serta menjaga nilai-nilai demokrasi, bahkan hingga pelantikan dilaksanakan.

"Saya harap semua bisa terus cooling down menuju pengumuman 22 Mei dan yang kedua harus rela siapa pun yang dilantik 20 Oktober 2019 mendatang," tuturnya.

Adapun acara tasyakuran dan buka bersama yang digelar ISNU kali ini ditujukan khusus untuk mendoakan calon presiden dan calon wakil presiden nomor urut 01 Joko Widodo-Ma'ruf Amin agar lancar terpilih sebagai presiden dan wakil presiden periode kepemimpinan 2019-2024.

Selain itu, acara ini juga sebagai bentuk syukur atas perolehan suara sementara yang menunjukkan bahwa pasangan tersebut telah memenangkan Pilpres 2019 kali ini.

Sponsored

Adapun hingga 11 Mei 2019, suara yang terkumpul sudah mencapai 77,47% dengan persentase dominan masih dimenangkan Joko Widodo-Ma'ruf Amin sebesar 56,3%, sedangkan Prabowo Subianto-Sandiaga S. Uno sebesar 43,7%.