logo alinea.id logo alinea.id

Moeldoko: Kondisi di dunia maya pascapemilu seperti mau perang saja

Kondisi gaduh yang kerap dipergunjingkan di media sosial merupakan upaya untuk menggiring opini masyarakat.

Ayu mumpuni
Ayu mumpuni Rabu, 24 Apr 2019 14:39 WIB
Moeldoko: Kondisi di dunia maya pascapemilu seperti mau perang saja

Kepala Staf Kepresidenan, Moeldoko, mengatakan situasi di seluruh wilayah di Indonesia pascapemungutan suara Pemilu 2019 tetap aman. Karena itu, situasi saat ini bukanlah sesuatu yang harus diwaspadai. 

Kondisi demikian sangat berbeda situasinya di dunia maya. Menurut Moeldoko, kondisi gaduh yang kerap dipergunjingkan di media sosial merupakan upaya untuk menggiring opini masyarakat. Kondisi tersebut tidak sama dengan kondisi yang terjadi di dunia nyata.

“Kita mau jelaskan ini sebenarnya situasi pradoks yang terjadi di dunia maya dengan dunia nyata. Kalau di dunia maya seperti mau perang saja, padahal di lapangan happy-happy saja,” kata Moeldoko usai rapat koordinasi di Kementerian Koordinator Bidang Politik, Hukum dan Keamanan pada Rabu, (24/4).

Moeldoko membenarkan pihaknya telah memetakan analisis kerawanan pascapemungutan suara Pemilu 2019. Untuk selanjutnya, pemerintah telah memiliki skenario yang akan digunakan untuk mengatasi hal tersebut.

Lebih lanjut, terkait kedatangan sejumlah personel Brimob ke Jakarta, kata Moeldoko, hal tersebut didasari bukan karena situasi yang tidak aman. Menurutnya, pengiriman pasukan Brimob itu adalah bentuk mitigasi Polri.

“Ya kan setiap pejabat memiliki antisipasi, memitigasi situasi, bukan berarti tidak aman situasinya,” ucap Moeldoko.

Sementara Kepala Biro Penerangan Masyarakat Mabes Polri, Brigjen Pol, Dedi Prasetyo, mengungkapkan personel Brimob tersebut dikirim untuk Satgas Nusantara. Personel-personel Brimob itu akan bertugas mengawal proses penyelenggaraan pemilu hingga akhir.

“Benar untuk Brimob nusantara yang dikirim ke sini dalam rangka untuk mengamankan kegiatan pada tahapan pemilu, karena kita tahu tahapan pemilu muara akhirnya ada di Jakarta,” kata Dedi.

Sponsored

Seperti diketahui, sebanyak 200 personel Brimob Polda Nusa Tenggara Timur dikirim ke Jakarta dalam rangka Operasi Mantap Brata untuk mengamankan Pemilu 2019. Para personel yang diberangkatkan tersebut terdiri dari mulai tingkatan Perwira, Bintara sampai Tamtama. 

Kapolda NTT, Irjen Pol Raja Erizman, mengatakan tugas menjadi BKO di Mabes Polri adalah tugas negara. Kepada para anggota Brimob Polda NTT dipesan agar menghindari tindakan yang dapat memicu unjuk rasa atau konflik . Juga menghindari tindakan yang dapat merugikan atau membahayakan diri sendiri maupun kesatuan.

Cara buzzer bekerja dan alarm bahaya di baliknya

Cara buzzer bekerja dan alarm bahaya di baliknya

Selasa, 15 Okt 2019 20:42 WIB
Riwayat Stasiun Gambir, dahulu jadi tumpuan

Riwayat Stasiun Gambir, dahulu jadi tumpuan

Senin, 14 Okt 2019 21:28 WIB
Denny Siregar: Saya bekerja tanpa komando

Denny Siregar: Saya bekerja tanpa komando

Sabtu, 12 Okt 2019 07:57 WIB