logo alinea.id logo alinea.id

Bamsoet diklaim didukung 400 DPD Golkar 

Total ada sekitar 534 DPD yang punya hak suara di Golkar.

Robertus Rony Setiawan
Robertus Rony Setiawan Minggu, 07 Jul 2019 21:15 WIB
Bamsoet diklaim didukung 400 DPD Golkar 

Sejumlah politikus Partai Golkar mendeklarasikan diri mengusung Bambang Soesatyo (Bamsoet) sebagai calon Ketua Umum Partai Golkar 2019-2024. Politikus senior Partai Golkar Yorrys Raweyai mengatakan, deklarasi tersebut merupakan bentuk kekecewaan atas kepemimpinan Airlangga Hartarto. 
 
"Saya yakin Pak Bambang (Soesatyo) akan memenangkan percaturan Ketua Umum Partai Golkar untuk lima tahun ke depan," ujar Yorrys dalam jumpa pers di Restoran Batik Kuning, kawasan Sentra Niaga Sudirman, Jakarta Selatan, Minggu (7/7). 

Menurut Yorrys, kepemimpinan Airlangga tak membawa kemajuan bagi partai berlambang pohon beringin itu. Jika sukses kembali menduduki kursi ketum, Yorrys menilai, kepemimpinan Airlangga pada periode kedua bakal menyalahi tradisi kepengurusan Golkar. 

Yorrys mengatakan, kursi Ketum Golkar tidak pernah dijabat oleh orang yang sama selama dua kali berturut-turut. "Kalau rezim dipertahankan dua periode, (maka) akan muncul kesewenangan. Itu bukanlah budaya Golkar," ucap Yorrys. 

Lebih jauh, Yorrys mengatakan, pencalonan Bamsoet sudah didukung sedikitnya 400 DPD tingkat I maupun DPD tingkat II Golkar seluruh Indonesia. "Sampai ini hari, (Bamsoet) sudah mendapat dukungan lebih dari 400 dukungan," kata dia. 

Total ada lebih dari 500 DPD pemegang hak suara di Golkar, dengan sebanyak 34 di antaranya DPD tingkat I. Namun demikian, Yorrys tidak mau merinci DPD mana saja yang telah mendeklarasikan dukungan.

Yang pasti, lanjut dia, dukungan terhadap Bamsoet terus mengalir. "(DPD tingkat I Golkar) Sulsel juga besok akan menyusul (mendukung Bamsoet)," kata dia.

Lebih jauh, Yorrys berharap, gelaran Musyawarah Nasional (Munas) Partai Golkar bisa dipercepat supaya tidak mengganggu proses penyusunan Kabinet Kerja jilid II. "Mudah-mudahan Munas dapat diadakan sebelum pelantikan kabinet pada 1 Oktober," kata Yorrys.

Gagal dongkrak perolehan suara Jokowi

Sponsored

Pada kesempatan yang sama, fungsionaris DPP Partai Golkar Syamsul Rizal mengungkapkan alasannya tak ingin Airlangga menjabat kembali. Menurut dia, Airlangga gagal memperbesar perolehan suara Joko Widodo di lumbung suara Provinsi Jawa Barat pada Pilpres 2019 lalu.

Selain itu, Airlangga juga dinilait tidak menelurkan prestasi apa pun saat memimpin Golkar. Menurut Syamsul, kebijakan yang diambil Airlangga bahkan kerap bertentangan dengan ketentuan anggaran dasar dan anggaran rumah tangga (AD/ART) Partai Golkar.

"Tidak ada produk-produk partai (Golkar) yang dihasilkan Airlangga Hartarto. Yang dia jalankan hanya program-program dari agenda pengurus terdahulu," ujarnya.

Dengan merujuk jabatan lain Airlangga sebagai Menteri Perindustrian, Syamsul juga mengingatkan agar kedudukan itu tidak dimanfaatkan Airlangga untuk kepentingan perolehan dukungan dalam bursa Ketum Golkar.

Syamsul justru menunggu sinyal positif Presiden Joko Widodo untuk mendukung Bamsoet sebagai Ketum Golkar. Menurut dia, sebagai Ketua DPR RI, Bamsoet juga berprestasi mendukung kinerja pemerintahan, khususnya dalam memuluskan koordinasi antara legislatif dan eksekutif.

"Presiden cenderung melihat orang yang sukses mendukung kerja beliau. Pak Bambang selama ini berhasil mengawal eksekutif dalam kerja mendukung pemerintahan," tuturnya. (Ant)