close icon
Scroll ke atas untuk melanjutkan
Ketua Umum Partai Solidaritas Indonesia (PSI) Kaesang Pangarep. /Foto Instagram @kaesangp
icon caption
Ketua Umum Partai Solidaritas Indonesia (PSI) Kaesang Pangarep. /Foto Instagram @kaesangp
Politik
Minggu, 19 November 2023 15:05

Citra dinasti Jokowi dan anak muda pada selembar baliho PSI

Baliho-baliho PSI menjamur di berbagai daerah. Apa yang sedang disasar PSI dengan operasi baliho ini?
swipe

Di sebelah kanan baliho, Kaesang Pangarep tersenyum tipis. Di sebelah kiri, Presiden Joko Widodo (Jokowi), ayahanda Kaesang, tersenyum lebih lebar hingga memamerkan deretan gigi. "Generasi Optim15" tertulis di bagian bawah. Lima belas adalah nomor urut Partai Solidaritas Indonesia (PSI) di Pemilu 2024.

Begitulah penampakan sebuah baliho PSI yang terpacak di salah satu sudut di Jalan Daan Mogot, Jakarta Barat, Jumat (17/11). Baliho-baliho parpol yang kini dipimpin Kaesang itu berderet renggang semenjak Kalideres hingga Grogol. Ada belasan baliho dengan beragam desain ciamik. 

Junet, 47, seorang montir di sebuah bengkel di Kalideres, menyebut baliho-baliho PSI mulai menjamur setelah Mahkamah Konstitusi (MK) merilis putusan nomor 90/PUU-XXI/2023, Oktober lalu. Putusan itu merevisi syarat usia bagi calon capres-cawapres yang tertuang dalam UU Pemilu. 

Dalam putusannya, MK membolehkan calon yang belum berusia 40 tahun untuk berkompetisi menjadi capres dan cawapres. Syaratnya, sang calon harus pernah dipilih atau menjabat menjadi kepala daerah. Saat putusan itu diketok Ketua MK Anwar Usman, Gibran masih berusia 36 tahun. Anwar ialah besan Jokowi alias paman Gibran. Kaesang adalah adik Gibran. 

Salah satu baliho PSI berdiri tegak tak jauh dari bengkel tempat Junet bekerja. "Dua hari setelah itu (putusan MK), ada baliho ini," ucap Junet saat berbincang dengan Alinea.id.

Junet tak tahu siapa pemasang baliho-baliho itu. Ia menduga baliho PSI dipasang serentak selepas tengah malam atau dini hari. Sehari-hari, ia bekerja hingga larut malam di bengkel. "Mungkin subuh dipasangnya," kata dia. 

Bagus Faris, seorang "praktisi" usaha percetakan alat peraga kampanye (APK) di Serpong, Tangerang Selatan, mengaku sudah mencermati baliho-baliho PSI dan Kaesang sejak beberapa pekan lalu. Dari segi kualitas, baliho-baliho PSI terbuat dari bahan flexi asal Tiongkok. Tidak mudah rusak, tahan panas dan hujan. 

"Punya Kaesang itu bisa sampai dua tahun bertahan kalau enggak dirusak orang. Caleg atau baliho partai lain itu kadang-kadang balihonya ada yang dibuat memang hanya untuk musim kampanye saja," kata Bagus kepada Alinea.id

Bagus juga mengomentari desain dan detail gambar pada baliho-baliho Kaesang dan caleg-caleg PSI yang tersebar di berbagai wilayah di Jakarta dan Tangerang. Ia menyebut desainnya jauh lebih bagus ketimbang baliho-baliho, spanduk, dan poster caleg atau parpol lain. 

Hingga kini, Bagus belum mendapat pesanan baliho PSI. Namun, ia menaksir pengerjaannya bakal memakan waktu dua hingga tiga hari karena lebih rumit. 

Soal harga, ia menyebut harga baliho PSI kemungkinan dipatok Rp20 ribu per meter persegi. Untuk ukuran 3x2 meter, kata Bagus, selembar baliho PSI bisa mencapai Rp120 ribu. "Kisaran segitu," imbuh dia. 

Baliho-baliho PSI sempat viral di media sosial. Dalam sebuah video yang tersebar luas di X dan TikTok, terlihat seorang perempuan muda bicara lantang tentang betapa istimewanya Kaesang sebagai putra Jokowi. Tak hanya karena dia ditunjuk jadi Ketum PSI setelah dua hari bergabung, namun juga karena balihonya yang sudah menjamur di Subang, Jawa Barat. 

Dalam monolognya, dara cantik dalam video itu menyebut baliho-baliho Kaesang tak berizin dan tak bayar pajak. Tak kurang ada 50 baliho di setiap kecamatan di Subang. Total ada 13 kecamatan di Subang. Dara itu lantas menutup monolog pendek itu dengan satu kalimat menohok: kami muak. 

Jokowi dan anak muda

Analis politik dari Universitas Padjadjaran (Unpad) Idil Akbar menilai operasi pemasangan baliho PSI dilakoni untuk memperkenalkan partai dan figur. Meskipun banyak dipasang di daerah lumbung suara PDI-P, ia tak yakin PSI bisa menggerus suara parpol berlambang banteng moncong putih itu. 

"Dalam hal political id, PDI-P itu saya pikir akan lebih masif ketimbang PSI. PSI hanya memperkenalkan tentang figur Kaesang sebagai ketua umum. Gibran calon wakil presiden. Itu lebih menonjolkan figur. Sementara PDI-P pemilih yang lebih ideologis," ucap Idil kepada Alinea.id, Jumat (17/11). 

Pemasangan baliho yang masif, kata Idil, efektif dalam konteks persaingan parpol di papan bawah. Dengan baliho cantik dan figur Jookowi, PSI bisa unggul jika berhadapan dengan parpol gurem yang punya elektabilitas kurang dari 4%.

"Itu strategi yang cukup pintar untuk kemudian meraih suara. Karena kalau lihat startegi PSI ini menonjolkan Kaesang yang merupakan adiknya Gibran dan anak Jokowi," kata Idil.

Sebagai parpol baru, kiprah PSI di Pemilu 2019 tergolong lumayan. Ketika itu, PSI memperoleh sekitar 2,65 juta suara atau 1,89% dari total suara nasional. PSI mengalahkan parpol yang jauh lebih tua, seperti Hanura (1,54%) dan Partai Bulan Bintang (0,79%). 

Selain menyasar pendukung Jokowi yang hingga kini jumlahnya masih besar, Idil mengatakan PSI juga menyasar kaum gen Z dan milenial lewat baliho-baliho cantik mereka. Ia mencontohkan kalimat 'politik adalah jalan ninjaku' yang tersemat di berbagai baliho PSI. "Itu kan kata yang hanya dipahami oleh anak muda dan milenial," ucap dia. 

Di media sosial X, Gibran memasang gambar seperti Naruto, seorang ninja "tegak lurus" yang jadi tokoh utama dalam anime "Naruto" besutan Masashi Kishimoto. Warganet kerap menyebut keluarga Jokowi tinggal di desa Konoha, desanya Naruto. Jokowi jadi lurah Konoha. 

Juru bicara Tim Pemenangan Nasional (TPN) Ganjar-Mahfud, Tama S Langkun meminta aparat bertindak adil terkait pemasangan baliho. Ia menyebut masifnya baliho PSI berbanding terbalik dengan kasus-kasus penurunan baliho Ganjar-Mahfud di berbagai daerah. 

"Ini kan ada perlakuan yang tidak adil. Contoh di Bali, kalau memang harus diturunkan, ya. semua baliho harus diturunkan," kata Tama saat berbincang dengan Alinea.id di Media Center Ganjar-Mahfud di kawasan Menteng, Jakarta Pusat, Jumat (17/11).

TPN Ganjar-Mahfud, kata Tama, tengah mendata berbagai indikasi kecurangan yang terkait pemilu. Ia meminta masyarakat untuk tak segan melapor ke call center TPN Ganjar-Mahfud di nomor 0823-1067-3576. "Apabila masyarakat melihat adanya pelanggaran kemudian adanya dugaan intimidasi, kemudian ketidaknetralan," kata Tama.
 

img
Kudus Purnomo Wahidin
Reporter
img
Christian D Simbolon
Editor

Untuk informasi menarik lainnya,
follow akun media sosial Alinea.id

Bagikan :
×
cari
bagikan