sun
moon
a l i n e a dot id
fakta data kata
logo alinea.id

Disambangi elite PPP, Ketum Golkar klaim tak bahas Pilpres 2024

DPP Partai Golkar menjamu makan malam elite PPP semalam.

Achmad Al Fiqri
Achmad Al Fiqri Rabu, 31 Mar 2021 10:19 WIB
Disambangi elite PPP, Ketum Golkar klaim tak bahas Pilpres 2024
Informasi mutakhir perkembangan Covid-19 di Indonesia bisa dilihat di sini
Terinfeksi 1.341.314
Dirawat 153.074
Meninggal 36.325
Sembuh 1.151.915

Dewan Pimpinan Pusat Partai Golongan Karya (Golkar) menjamu makan malam elite Partai Persatuan Pembangunan (PPP), Selasa (30/1) malam. Dalam pertemuan di Kantor DPP Golkar, Jakarta Barat itu, kedua partai mengklaim hanya membicarakan kerjasama untuk mendongkrak ekonomi Indonesia, dan tidak membahas terkait pencalonan Pemilu 2024.

"(Pemilu 2024) itu akan dibahas lebih lanjut. Yang penting kita kerjasamakan untuk pekerjaan pemerintahan ke depan yang membutuhkan dukungan dari pemerintah maupun di parlemen, itu yang kami bahas agar perekonomian kita tumbuh di atas 6% di 2023," kata Ketua Umum Partai Golkar Airlangga Hartarto, kepada wartawan, Selasa (30/3).

Bagi Airlangga, Golkar dan PPP memiliki kesamaan. "Kalau dari segi nama Partai Golkar, (kepanjangannya) golongan karya, kekaryaan artinya pembangunan. Sedangkan Partai Persatuan Pembangunan, bisa kita sebut partai persatuan kekaryaan," tutur dia.

Tak hanya itu, Airlangga juga menilai ada kesamaan antara partainya dengan PPP dari sikap politik, salah satunya mendukung Undang-Undang Cipta Kerja, dan menolak Revisi Undang-Undang Pemilu. Atas dasar kesamaan itu, Airlangga merasa, partainya dengan PPP dapat menjejaki pembahasan dan kerja sama di bidang lain, terkhusus bidang ekonomi.

Sponsored

"RPJP sampai 2024 tentu perlu dilanjutkan, 2025-2045 sehingga Partai Golkar dan PPP sepakat untuk membantuk tim, sehingga tim tersebut nanti akan mempersiapkan ke arah RPJP 2025-2045," terang Airlangga.

Sementara itu, Ketua Umum PPP, Suharso Monoarfa, menjelaskan tim  RPJP 2025-2045 akan bertugas untuk menyusun rencana dan strategi pembangunan jangka panjang di Indonesia.

"Sebagaimana kita ketahui, rencana pembangunan jangka menangah 2020-2024 adalah bagian terakhir dari rencana pembangunan jangka panjang 2005-2024 yang sama-sama pada waktu itu dibidani oleh PPP dan Golkar. Jadi, kesamaan sejak membentuk undang-undang itu, kami ingin lanjutkan pada masa yang akan datang," terang Suharso.

Berita Lainnya