sun
moon
logo alinea.id logo alinea.id

Dukungan Bamsoet pada Airlangga diharapkan bukan basa-basi

"Jangan sampai dukungannya hanya pemanis saja dan para pendukungnya tetap bermanuver."

Gema Trisna Yudha
Gema Trisna Yudha Sabtu, 28 Sep 2019 20:35 WIB
Dukungan Bamsoet pada Airlangga diharapkan bukan basa-basi

Jaringan Aktivis Muda Partai Golkar berharap keputusan politikus Golkar Bambang Soesatyo, untuk mendukung kepemimpinan Airlangga Hartarto di partai tersebut lima tahun mendatang, bukanlah basa-basi politik. Keputusan Bamsoet diambil setelah dirinya bertemu Airlangga pada Jumat (27/9).

"Kita menyambut baik sikap Bamsoet, di ujung jabatannya sebagai Ketua DPR RI, menyatakan dukungan untuk Airlangga. Kami berharap dukungan beliau ini bukan karena kepentingan politik tertentu yang sangat pragmatis, tetapi dukungan sepenuh hati pada Airlangga," kata Koordinator JAM Golkar Rudolfus Jack Paskalis di Jakarta, Sabtu (28/9).

Jack yang juga Ketua Umum Sahabat Muda Airlangga Hartarto (SMART) juga menilai dukungan Bamsoet menimbulkan spekulasi. Hal ini karena Bamsoet sudah akan menanggalkan jabatan sebagai Ketua DPR per 1 Oktober mendatang.

Meski demikian, Jack tetap berharap Bamsoet sungguh-sungguh dengan pernyataannya. Ia juga mengharapkan para pendukung Bamsoet tidak bermanuver terkait dengan keputusan tersebut. 

"Jangan sampai dukungannya hanya pemanis saja dan para pendukungnya tetap bermanuver," kata Jack.

Dia mengatakan jika Bamsoet serius mendukung Airlangga dalam Munas 2019, maka Bamsoet perlu membuat konferensi pers menyatakan mundur dari pencalonan dan menyatakan secara terbuka dukungan untuk Airlangga.

Dalam keterangan tertulisnya hari ini, Bamsoet menyatakan keputusannya mendukung Airlangga dilakukan guna menurunkan tensi politik di internal Golkar. Keputusan tersebut juga diharapkan membantu mendinginkan situasi politik tanah air, menyusul sejumlah aksi demonstrasi yang terjadi di berbagai daerah. 

Menurutnya, sebagai partai politik tertua dan terbesar di Indonesia, kondisi yang terjadi di internal Partai Golkar turut mempengaruhi kondisi politik nasional. Karenanya, kekuatan Partai Golkar tak boleh tercerai berai, dan harus dikonsolidasikan demi kesuksesan pemerintahan Joko Widodo-Maruf Amin.

Sponsored

"Partai Golkar adalah bagian dari koalisi pendukung pemerintahan Presiden Jokowi. Karenanya Golkar memiliki tanggung jawab untuk tetap menjaga soliditas dalam menciptakan stabilitas politik nasional. Kami berdua sepakat bekerjasama mengembalikan kejayaan dan kekuatan Partai Golkar agar bisa maksimal membantu jalannya roda pemerintahan Presiden Joko Widodo-Maruf Amin," kata Bamsoet.