sun
moon
a l i n e a dot id
fakta data kata
logo alinea.id

Guyonan politikus PDIP soal reshuffle bikin Tito tak nyaman

Johan Budi mengeluarkan guyonan terhadap Mendagri Tito saat Raker Komisi II.

Fadli Mubarok
Fadli Mubarok Selasa, 30 Jun 2020 18:39 WIB
Guyonan politikus PDIP soal reshuffle bikin Tito tak nyaman
Informasi mutakhir perkembangan Covid-19 di Indonesia bisa dilihat di sini
Terinfeksi 78572
Dirawat 37226
Meninggal 3710
Sembuh 37636

Menteri Dalam Negeri (Mendagri), Tito Karnavian merasa tidak nyaman dengan guyonan salah satu anggota Komisi II DPR RI ihwal perombakan (reshuffle) kabinet. Saat rapat kerja membahas Perppu Pilkada 2020 bersama Komisi II kemarin, Senin (29/6), nama Tito dipuji-puji, dan disebut sebagai menteri yang patut dipertahankan.

Tito khawatir, guyonan tersebut berimplikasi pada pemikiran negatif masyarakat. Seolah ia memesan kepada DPR untuk menyanjungnya agar dia tidak kena reshuffle oleh Presiden Jokowi.

"Kemarin ada yang menyampaikan, saya agak sedikit kurang nyaman mengenai masalah isu reshuffle. Nanti saya dikira ada pesanan dari saya. Tidak, saya sama sekali tidak pernah meminta kepada teman-teman di DPR menyampaikan pendapat lain-lain, tidak. Semata-mata mungkin spontan, saya sebagai Mendagri hanya bekerja saja," terang Tito di Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta Pusat, Selasa (30/6).

Menurut Tito, perombakan kabinet menjadi hak prerogatif Presiden Jokowi. Mantan Kapolri itu menyampaikan dirinya dipercaya untuk membantu Presiden dan hanya ingin bekerja dengan baik sesuai tugas pokok dan fungsi (tupoksi). Bagi dia jabatan merupakan amanah yang tidak boleh diingkari.

Lebih jauh, dia menegaskan bahwa saat ini dirinya berusaha mengoptimalkan segala pekerjaan sebagai Mendagri. Salah satunya mengawal pelaksanaan Pilkada 2020 di tengah pandemi Covid-19.

Untuk itulah dia hadir ke Raker Komisi II sebagai bentuk tanggung jawab atas jabatan yang diembannya. 

Terkait ketidakhadiran dia pada rapat terbatas dengan Presiden, Tito membantah dirinya lebih mementingkan raker bersama DPR.

"Saya mengutamakan rapat perppu (pilkada) dibandingkan rapat terbatas kabinet dengan Presiden itu tidak benar. Saya sudah meminta izin kepada Bapak Presiden untuk menghadiri rapat pembahasan tentang perppu ini karena ini adalah hal yang sangat penting. Perppu pembahasan ini amat menentukan proses menjadi UU agar memiliki landasan yang kuat untuk Pilkada 9 Desember 2020 nanti. Soal ini saya sudah meminta izin," tegas dia.

Sponsored

Sebelumnya, Anggota Komisi II dari Fraksi PDIP, Johan Budi mengeluarkan guyonan sanjungan terhadap Tito dalam Raker Komisi II, Senin (29/6). Dalam kesempatan itu, ia mengatakan jika ada isu reshuffle, Tito tidak layak untuk menjadi menteri yang diganti.

Kata Johan, Tito sangat pekerja keras dan rajin dalam menjalankan pekerjaannya. Untuk itu, ia usul agar Tito tetap dipertahankan Presiden Jokowi jika memang ingin merombak kabinet.

"Tentu saja, saya usul agar Pak Mendagri ini enggak di-reshuffle saya kira. Soalnya saya dengar ada isu reshuffle," ujar Johan.

Usai Raker, Johan menjelaskan pernyataannya tersebut hanyalah candaan saja. Menurut Johan, Tito memiliki komitmen untuk menyukseskan jalannya Pilkada 2020 yang menjadi salah satu tanggung jawabnya.

Berita Lainnya