sun
moon
logo alinea.id logo alinea.id

Perempuan Jokowi-Maruf siap perang lawan hoax

Perempuan Keren pendukung Capres-Cawapres Jokowi-Maruf Amin siap berperang melawan berita bohong alias hoax.

Robi Ardianto
Robi Ardianto Selasa, 23 Okt 2018 00:01 WIB
Perempuan Jokowi-Maruf siap perang lawan hoax

Perempuan Keren pendukung Capres-Cawapres Jokowi-Maruf Amin siap berperang melawan berita bohong alias hoax.

Erick Thohir, Ketua Tim Kampanye Nasional (TKN) kubu Joko Widodo-Maruf Amin, mengatakan perempuan memiliki peranan penting dalam membangun keluarga, serta generasi masa depan.

Pemilik Mahaka Media itu mengingatkan agar perempuan harus menjaga keluarga dari kebohongan di musim kampanye seperti saat ini.

"(Para perempuan) harus memastikan tujuan dari kampanye kita adalah kampanye yang sehat, kampanye yang antikebohongan," kata Erick Thohir dalam sambutannya dalam Talkshow Indonesia bersama perempuan keren, di Cilandak Town Square (Citos), Senin (22/10).

Tim sukses Jokowi-Maruf menggelar acara Indonesia Maju Bersama Perempuan Keren (Kreatif, Energik, Religius, Nasionalis), sekaligus menyolidkan dukungan kepada Jokowi-Maruf Amin. 

Mantan Ketua Panitia Asian Games 2018 itu menuturkan, 'Perempuan Keren' terdiri dari beragam latar belakang disiplin ilmu dan spesialisasi yang memperhatikan pada kesetaraan, kemapanan, dan kemajuan perempuan Indonesia yang berasal dari segala bidang.

Dia menjelaskan, Indonesia membutuhkan peran dari perempuan kreatif, energik, religius dan nasionalis. Hal tersebut guna menjaga kesetaraan dalam keluarga dalam segala bidang, termasuk sosial ekonomi.

Menurut dia, Indonesia membutuhkan perempuan dengan semangat tinggi dan enerjik untuk terus bergerak maju menghadapi tantangan era digital. 

Sponsored

"Indonesia (juga) membutuhkan perempuan yang memegang teguh nilai-nilau religius, spiritual, dan nasionalisme, untuk menjaga kesatuan dan keberagaman atas nama ketuhanan yang maha esa," katanya. 

Sementara itu, Direktur Penggalangan Pemilih Perempuan Tim Kampanye Nasional (TKN) Ida Fauziah mengajak para perempuan agar bisa mendinginkan kondisi politik yang ada. 

Apalagi, kata dia, jumlah pemilih perempuan lebih besar dari jumlah laki-laki. "Karena jumlah perempuan dalam pemilu 2019 lebih besar dari laki-laki atau 50,06% dari jumlah pemilih," kata Ida. 

Untuk itu, dia mengajak perempuan untuk mendinginkan suhu politik.  Dia berharap, pesta demokrasi saat ini disambut dengan riang gembira. 

"Demokrasi adalah penuh kegembiraan, sarana berlomba adu gagasan, program, rekam jejak. Bukan adu hoaks," jelasnya.