sun
moon
a l i n e a dot id
fakta data kata
logo alinea.id

Surya Paloh anggap spanduk NasDem tolak omnibus law dagelan

Dirinya pun taktahu siapa yang memasang kain rentang tersebut.

Fadli Mubarok
Fadli Mubarok Senin, 09 Mar 2020 21:26 WIB
Surya Paloh anggap spanduk NasDem tolak <i>omnibus law</i> dagelan
Informasi mutakhir perkembangan Covid-19 di Indonesia bisa dilihat di sini
Terinfeksi 76981
Dirawat 36636
Meninggal 3656
Sembuh 36689

Ketua Umum DPP Partai NasDem, Surya Paloh, menganggap, munculnya spanduk pihaknya menolak Rancangan Undang-Undang tentang Cipta Kerja (RUU Cipker) sebagai dagelan. Pun taktahu siapa yang memasangnya.

"Kalau klarifikasi, ya, entah siapalah itu yang main-main dagelan seperti itu," ucapnya saat kunjungan ke DPP Partai Golkar, Jakarta, Senin (9/3).

Sejumlah kain rentang mengatasnamakan NasDem terpasang di berbagai lokasi di Jakarta, Banten, dan Bali, beberapa waktu lalu. Bunyinya, "NasDem menolak omnibus law. Jokowi penghianat!"

Surya pun meminta publik takpercaya terhadap kontennya. "Poster begitu saja kau percaya," kata bekas politikus Golkar ini. 

Sebelumnya, Ketua DPP NasDem, Willy Aditya, menilai, spanduk tersebut bertujuan mengadu domba partainya dengan pemerintah. Sebab, isinya taksesuai sikap partainya.

Dia menegaskan, partainya paling utama dalam mendukung RUU Cipker. "NasDem-lah yang pasang badan terdepan untuk omnibus law," ujarnya.

Dirinya lantas beranggapan, penyebaran spanduk itu merupakan tindakan pengecut. NasDem pun berencana menyelesaikannya ke jalur hukum.

NasDem, lanjut Willy, akan menelusuri siapa dalang di balik spanduk provokatif tersebut. Lantaran merasa dijadikan kambing hitam. Pasalnya, alat peraga itu tersebar di beberapa daerah.

Sponsored
Berita Lainnya